GUGAH — Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin (STAIM) Purwakarta terus mengakselerasi penguatan budaya akademik melalui kerja sama strategis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, pengelolaan jurnal, serta optimalisasi capaian Science and Technology Index (SINTA) sebagai salah satu indikator kinerja perguruan tinggi.
Langkah tersebut diwujudkan dalam forum akademik yang digelar di Aula STAIM Purwakarta, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan menghadirkan Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Madura, Dr. H. Ali Nurhadi, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Peneliti UIN Madura.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah Focus Group Discussion (FGD) bertema strategi peningkatan skor SINTA. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek penting, mulai dari produktivitas riset dosen, peningkatan mutu publikasi ilmiah, tata kelola jurnal, hingga pengembangan ekosistem penelitian yang berkelanjutan.
Bagi STAIM Purwakarta, penguatan publikasi ilmiah tidak sekadar berorientasi pada peringkat atau capaian indeks. Lebih dari itu, publikasi diposisikan sebagai instrumen untuk membangun tradisi riset yang kuat, memperluas kontribusi akademik, serta meningkatkan reputasi institusi di tingkat nasional.
Ketua STAIM Purwakarta menegaskan bahwa kolaborasi dengan UIN Madura diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi akademik kampus.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pertemuan dan dokumen kerja sama, tetapi berlanjut menjadi pendampingan yang konkret dalam meningkatkan kualitas penelitian, publikasi dosen dan mahasiswa, serta tata kelola jurnal di STAIM Purwakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas publikasi harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dosen dan mahasiswa, kata dia, merupakan aktor utama dalam membangun tradisi akademik yang produktif dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Ali Nurhadi bersama tim peneliti UIN Madura turut membagikan pengalaman dan strategi praktis mengenai pengelolaan penelitian serta publikasi ilmiah di perguruan tinggi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ke depan, kerja sama antara STAIM Purwakarta dan UIN Madura akan diperluas melalui penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada sektor penelitian, kedua institusi berkomitmen meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.
Melalui sinergi ini, STAIM Purwakarta optimistis mampu mempercepat transformasi budaya riset, memperkuat tata kelola akademik, serta meningkatkan daya saing kelembagaan. Di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat, riset, publikasi ilmiah, dan dampak sosial menjadi fondasi penting dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkelanjutan.***



Tinggalkan Balasan