GUGAH – Ratusan siswa SMKN Maung Purwakarta kini tak hanya belajar di ruang kelas. Selama tiga bulan ke depan, mereka akan digembleng di Markas Kompi 3 Batalyon C Satuan Brimob Polda Jawa Barat melalui program pendidikan ketarunaan yang berfokus pada pembentukan karakter.
Program hasil kolaborasi SMKN Maung dengan Satbrimob Polda Jabar yang resmi dibuka pada Senin (27/7/2026) itu mengusung pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancawaluya dengan pendekatan kepramukaan. Seluruh proses pembinaan berlangsung di lingkungan Mako Brimob yang lokasinya berdekatan dengan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret untuk membangun karakter peserta didik agar memiliki mental tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Anak-anak SMKN Maung Purwakarta ini bekerja sama dengan Brimob untuk pendidikan karakter Pancawaluya. Mereka akan dididik selama tiga bulan di sini dengan pendekatan model kepramukaan,” ujar Purwanto.
Menurutnya, pendekatan kepramukaan dipilih karena sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang menanamkan nilai patriotisme, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga semangat kebersamaan.
Purwanto menegaskan, penguatan karakter melalui nilai-nilai Pancawaluya menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan etika dan moral.
“Pendidikan kepramukaan merupakan pendidikan untuk pengembangan karakter anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Pancawaluya akan dibangun dan diperkuat bersama Brimob,” ungkapnya.
Selama mengikuti pendidikan ketarunaan, para siswa akan menjalani pembinaan secara bertahap melalui berbagai aktivitas kepramukaan yang dirancang untuk melatih disiplin, integritas, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama.
Sementara itu, Komandan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda Jabar, Iptu Yosafat Jan Diocassa Agrephino, berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mengalami perubahan sikap yang positif setelah menyelesaikan program tersebut.
“Kami berharap setelah selesai mengikuti pelatihan ini, mereka memiliki rasa kebersamaan, tidak ada perbedaan satu sama lain. Mereka akan lebih disiplin, berintegritas, memiliki budi pekerti, serta mampu bersikap sopan kepada orang tua, teman, dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan