Purwakarta sebuah kabupaten di Jawa Barat, wilayah yang indah di tengah-tengahnya Tatar Sunda, kawasan dengan dataran rendah, menengah dan tinggi, dikelilingi perbukitan dan pegunungan tinggi.
Disejuki Pegunungan Burangrang nun di Selatan, disejuki Pegunungan Sanggabuana di Barat, hutan-hutannya hidup segala flora dan fauna, bagai orkes simfoni dan filharmoni bersuara.
Purwakarta bagai mahkota dan tiara kemilau, dihiasi banyak anak sungai, sungai serta danau, diberkahi kesuburan tanah dan kelimpahannya, diberkahi kejernihan air dan kesegarannya.
Purwakarta adalah kampung halamanku tercinta, tempat bersatu-padu semua anak suku bangsa, agama, ras bangsa dan semua golongan manusia, semuanya rukun, damai, sentosa dan sejahtera.
Purwakarta sepanjang sejarahnya luar biasa, sejarah sejak dari Karawang hingga Wanayasa, sejarah sejak dari Wanayasa ke Sindangkasih, dari Sindangkasih berganti menjadi Purwakarta.
Purwakarta menjadi sebuah bagian sejarah, menjadi pusat ibukota Kabupaten Karawang, medan pertempuran, peperangan dan perjuangan, menjadi saksi kemerdekaan negeri jajahan.
Purwakarta serta Citarumnya menjadi ternama, ada Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Cirata, mengalirlah kehidupan serta kesejahteraan, mengalirlah terus sepanjang masa sepanjang zaman.
Purwakarta awal kesejahteraan, kemakmuran, dilintasi oleh jalan penghubung Jakarta – Bandung, oleh jalan penghubung Jakarta – Cirebon di Timur, kota transit dan kota tujuan utama wisata.
Purwakarta terus gilang gemilang sepanjang masa, Purwakarta terus cerlang cemerlang sepanjang zaman,
Purwakarta adalah kampung halamanku tercinta, Purwakarta adalah kampung halamanku tercinta.
Oleh: Ahmad Said Widodo – Penulis adalah Sejarawan di Purwakarta



Tinggalkan Balasan