Pernyataan Diduga Merendahkan Mahasiswa UIN Tuai Protes, PGM Jabar Minta Zulfikar Arse Beri Klarifikasi

|

GUGAH – Pernyataan yang diduga disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, saat mengisi materi Wawasan Nusantara dalam kegiatan Latihan Kader (LK II) di Purwakarta menuai sorotan. Ucapan yang mengaitkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) dengan orang yang tidak pintar dan kurang mampu secara ekonomi memicu reaksi dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga organisasi profesi guru.

Ketua Pimpinan Wilayah PGM Indonesia Jawa Barat, Asep Rizal Asy’ari, mengatakan pernyataan tersebut telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat dan menimbulkan keresahan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Menurut Asep, kualitas seseorang tidak dapat diukur dari asal perguruan tinggi. Ia menegaskan setiap kampus memiliki keunggulan dan peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Juga:  Kepala BGN Baru Dihadapkan PR Besar Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

“Perguruan tinggi bukanlah tempat untuk saling dibandingkan secara merendahkan. Yang seharusnya menjadi ukuran adalah prestasi, integritas, kompetensi, dan kontribusi lulusannya bagi masyarakat,” katanya dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Asep menilai, apabila pernyataan yang beredar tersebut benar disampaikan, hal itu berpotensi membangun stigma negatif terhadap mahasiswa maupun alumni UIN di berbagai daerah.

Ia mengingatkan bahwa UIN telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah sebagai menteri, anggota DPR, hakim, akademisi, ulama, kepala daerah, pengusaha, hingga profesional di berbagai bidang. Selain itu, transformasi dari IAIN menjadi UIN merupakan bagian dari penguatan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan ilmu keislaman dengan ilmu pengetahuan modern.

Baca Juga:  PMII Sampaikan Lima Tuntutan kepada Pemerintah Saat Aksi di DPR RI

Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tutur kata agar tidak menimbulkan kesan mendiskreditkan lembaga pendidikan tertentu.

Menurutnya, pernyataan yang bernada stereotip berpotensi melukai semangat kesetaraan dalam memperoleh pendidikan sekaligus mencederai penghormatan terhadap seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Karena itu, PGM Indonesia Jawa Barat mendorong Zulfikar Arse Sadikin memberikan klarifikasi kepada publik agar polemik tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Asep berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka dan bijaksana. Apabila kutipan yang beredar terbukti benar, menurutnya permintaan maaf akan menjadi langkah yang tepat untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menghormati seluruh sivitas akademika perguruan tinggi.

Baca Juga:  DPR Sudah Ingatkan BGN Sebelum Kejagung Geledah Kantor, Dasco: Catatan Evaluasi Sudah Disampaikan ke Pemerintah

Ia juga menegaskan bahwa seluruh perguruan tinggi, baik UIN, UGM, UNY, maupun kampus lainnya, merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki tujuan sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, seluruh institusi pendidikan harus mendapat penghormatan yang setara tanpa stigma maupun diskriminasi.

Sebelumnya, pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.

“Kamu masuk UIN itu pasti karena tidak pintar, karena kalau pintar masuk UGM/UNY, dan pasti dari orang miskin,” kata Zulfikar Arse Sadikin.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran