IHSG Tertekan Jelang Siang, Sektor Industri Dasar dan Energi Pimpin Pelemahan

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga menjelang penutupan sesi pertama perdagangan, Rabu (24/6/2026). Tekanan jual terjadi di mayoritas sektor, terutama sektor industri dasar dan energi yang menjadi pemberat utama pergerakan indeks.

Pada perdagangan hingga pukul 11.00 WIB, sektor industri dasar mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,89 persen. Koreksi sektor ini dipicu oleh penurunan sejumlah saham berkapitalisasi besar, di antaranya BRMS yang merosot 9,38 persen, BRPT turun 2,99 persen, dan ANTM melemah 1,74 persen.

Baca Juga:  BREAKING: IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen, Tembus Level 5.940 pada Perdagangan Siang

Pelemahan juga terjadi pada sektor energi yang terkoreksi 2,02 persen. Saham BUMI tercatat turun 4,19 persen, diikuti ADRO yang melemah 0,87 persen dan PGAS yang terkoreksi 0,65 persen.

Sementara itu, sektor keuangan yang memiliki kontribusi besar terhadap pergerakan IHSG turut mengalami tekanan dengan penurunan 1,46 persen. Saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo kompak berada di zona merah. BBRI turun 1,72 persen, BMRI melemah 1,70 persen, dan BBCA terkoreksi 0,82 persen.

Baca Juga:  Terkait Dugaan Piutang Rp35 M, Publik Desak Transparansi Sumber dan Aliran Dana

Tekanan jual juga terjadi pada sejumlah sektor lainnya, seperti infrastruktur yang turun 1,71 persen, transportasi 1,32 persen, barang konsumsi siklikal 1,17 persen, kesehatan 0,98 persen, properti 0,41 persen, serta barang konsumsi non-siklikal 0,44 persen.

Di tengah dominasi sentimen negatif, beberapa sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor teknologi menjadi yang terbaik dengan kenaikan 0,76 persen, ditopang lonjakan saham EMTK sebesar 7,34 persen.

Baca Juga:  IHSG Ambles 1,62 Persen, Sempat Tembus Bawah 6.000 Sebelum Tertahan

Selain itu, sektor industri juga bergerak positif 0,50 persen. Penguatan sektor ini didorong oleh kenaikan saham ASII sebesar 1,07 persen dan BNBR yang menguat 0,92 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar domestik menjelang akhir sesi pertama perdagangan. Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran