Bupati Garut Ajak Santri Warisi Perjuangan Ulama, Haol Pesantren Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Islam

|

GUGAH – Peringatan Haol Akbar Pondok Pesantren Fauzan di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para ulama, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya regenerasi perjuangan melalui dunia pendidikan pesantren. Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, untuk mengajak generasi muda melanjutkan estafet pengabdian para pendahulu dalam membangun masyarakat.

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri rangkaian Istighotsah dan Doa Bersama yang diikuti ribuan jamaah, santri, alumni, serta masyarakat pada Minggu (21/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya, warisan terbesar para ulama bukan semata bangunan fisik pesantren, melainkan nilai keikhlasan, ilmu pengetahuan, serta semangat mengabdi kepada umat yang terus hidup melalui para santri dan alumninya.

Baca Juga:  Usung Tema “Nyakola, Nyunda, Nyantri”, PAC IPNU-IPPNU Tanjungsari Cetak Kader Unggul Melalui MAKESTA

Ia menilai tradisi haol memiliki makna lebih luas dibanding sekadar mengenang tokoh yang telah wafat. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun pendidikan Islam harus terus berlanjut di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Perjuangan para ulama tidak boleh berhenti pada generasi sebelumnya. Nilai-nilai yang telah mereka tanamkan harus diteruskan oleh generasi muda agar keberadaan pesantren tetap menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Pondok Pesantren Fauzan yang selama puluhan tahun konsisten mencetak lulusan yang berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, banyak alumni pesantren tersebut yang kini berperan sebagai pendidik, tokoh agama, hingga penggerak pembangunan di berbagai daerah.

Baca Juga:  Tekan Penyalahgunaan Obat Keras, Garut Siapkan Regulasi Khusus

Keberadaan pesantren, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Garut, terutama melalui pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, perwakilan Pondok Pesantren Fauzan, KH Atjeng Abdul Wahid, menjelaskan bahwa Haol Akbar tahun ini dilaksanakan secara serentak di seluruh lingkungan Pondok Pesantren Fauzan, mulai dari Fauzan Pusaka hingga Fauzan 9.

Selain menjadi agenda tahunan untuk mengenang para pendiri dan ulama yang telah berjasa membangun pesantren, kegiatan juga diisi dengan doa bersama bagi almarhumah Hj. Fatmah beserta putra-putrinya yang telah wafat.

Dalam tausiyahnya, KH Atjeng mengingatkan pentingnya menjaga tradisi mendoakan kaum muslimin yang telah meninggal dunia sebagai bagian dari sunah Rasulullah SAW. Menurutnya, amalan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu, tetapi juga menjadi sarana mempererat ikatan spiritual antargenerasi umat Islam.

Baca Juga:  Kasus Ustaz Cabul di Purwakarta, Aktivis Perempuan Desak Pesantren Miliki SOP Perlindungan Anak

Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan para ulama terus hidup di tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial yang dilakukan para santri maupun alumni pesantren.

Rangkaian Haol Akbar Pondok Pesantren Fauzan pun berlangsung khidmat. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri, guru, dan tokoh pesantren yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam di Garut. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan perjuangan ulama kini berada di tangan generasi penerus yang diharapkan mampu menjaga tradisi keilmuan sekaligus menjawab tantangan zaman.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran