Jangan Jadi Polemik Tahunan! Habib Syarief Desak Kemendikdasmen Gencarkan Sosialisasi SPMB Lebih Dini

|

GUGAH – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kerap kali menjadi momok yang mewarnai dunia pendidikan di Indonesia setiap tahunnya.(12/06/2026)

Menanggapi isu krusial ini, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengambil langkah proaktif dengan melakukan sosialisasi SPMB secara lebih dini dan masif kepada masyarakat luas.

​Langkah tegas ini diambil guna memotong rantai masalah yang selalu berulang dalam proses penerimaan siswa, mulai dari karut-marut jalur zonasi hingga dugaan kecurangan administratif.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Warga Laporkan Kecurangan SPMB 2026, Tegaskan Akan Diproses Hukum

Habib Syarief mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesalahpahaman yang terus terjadi di kalangan orang tua murid akibat kurangnya literasi mengenai mekanisme SPMB. Menurutnya, jalur-jalur seperti domisili, prestasi, afirmasi, hingga mutasi seringkali memicu polemik karena informasinya tidak sampai secara utuh ke lapisan masyarakat bawah.

​”Sosialisasi itu tidak cukup kalau hanya bicara soal jadwal pendaftaran. Masyarakat, khususnya para orang tua, harus paham betul apa saja syarat dokumennya, bagaimana proses seleksinya berjalan transparan, dan ke mana mereka harus melapor jika menemukan adanya kecurangan,” tegas Habib Syarief.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 6 Persen

​Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PKB ini meminta adanya pengawasan yang diperketat di tingkat daerah. Ia menekankan agar tidak ada lagi ruang bagi oknum-oknum yang melakukan manipulasi data, titip nama di Kartu Keluarga (KK), hingga pungutan liar (pungli) yang mencederai keadilan dalam dunia pendidikan.

​Ia berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan jauh-jauh hari secara masif, SPMB tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, melainkan menjadi ruang yang adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk mengenyam pendidikan yang layak.***

Baca Juga:  Indonesia Krisis 480 Ribu Guru, Habib Syarief: Jangan Korbankan Honorer demi Administrasi Kaku

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran