GUGAH – Investor asing kembali meninggalkan pasar modal Indonesia. Hingga akhir sesi pertama perdagangan Jumat (5/6/2026), investor asing membukukan penjualan sebesar Rp14,7 triliun dan pembelian Rp12,7 triliun, sehingga mencatatkan net foreign sell mencapai Rp2 triliun.
Aksi jual terbesar terjadi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp721,5 miliar.
Selain BBCA, investor asing juga mencatatkan aksi jual pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp160,7 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp58 miliar.
Tekanan jual tersebut membuat saham-saham bank jumbo bergerak di zona merah. Saham BBCA terkoreksi 5,53 persen, BBNI turun 4,09 persen, BMRI melemah 2,52 persen, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,14 persen.
Tidak hanya sektor perbankan, aksi jual asing juga menyasar sejumlah saham energi dan komoditas. Beberapa di antaranya adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), hingga PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Berikut 10 saham dengan nilai net foreign sell terbesar pada sesi pertama perdagangan:
- BBCA: Rp721,5 miliar
- TPIA: Rp246,3 miliar
- BMRI: Rp160,7 miliar
- MDKA: Rp98,2 miliar
- ANTM: Rp88,9 miliar
- CUAN: Rp60,8 miliar
- BBNI: Rp58 miliar
- BRPT: Rp57,1 miliar
- AADI: Rp38,7 miliar
- BUMI: Rp38,6 miliar
Sejalan dengan derasnya arus keluar dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan hingga siang hari. Pada penutupan sesi pertama, IHSG berada di level 5.692,16 atau turun 147,62 poin setara 2,53 persen.
Sebanyak 624 saham tercatat melemah, 115 saham menguat, dan 220 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp21,07 triliun. Sebanyak 23,37 miliar saham diperdagangkan melalui 1,29 juta transaksi.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga menyusut menjadi Rp10.017 triliun.
Nilai transaksi yang menembus Rp20 triliun pada sesi pertama sebagian besar ditopang oleh transaksi jumbo saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di pasar negosiasi.***



Tinggalkan Balasan