GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (16/7/2026) di zona hijau. Pada pembukaan sesi pertama, IHSG menguat 14,77 poin atau 0,24 persen ke level 6.056,74, melanjutkan tren positif yang telah terbentuk pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan indeks didorong oleh sentimen teknikal yang masih solid, ditambah membaiknya optimisme pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Rabu (15/7/2026), IHSG juga berhasil ditutup menguat meski terbatas. Indeks naik 2,45 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.041,97 di tengah masih berlangsungnya aksi jual bersih investor asing.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp60 miliar. Sejumlah saham yang paling banyak dilepas antara lain TLKM, BRMS, ASII, BBCA, dan ENRG.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka dalam jangka pendek karena indeks mampu bertahan di atas level psikologis penting.
“Selama dua hari terakhir, IHSG mampu bertahan di atas level support kuat 6.000,” ujarnya.
Menurut Fanny, area support IHSG diperkirakan berada pada kisaran 6.000–6.025, sedangkan level resistance diproyeksikan berada di rentang 6.060–6.120.
Sentimen The Fed Masih Jadi Penggerak Pasar
Dari sisi global, perhatian investor masih tertuju pada arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Harapan bahwa The Fed akan menahan suku bunga semakin menguat setelah data inflasi AS menunjukkan tren perlambatan pada Juni 2026.
“Sentimen positif datang setelah pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams,” kata Fanny. Menurut dia, Williams mengatakan terdapat alasan cukup kuat untuk meyakini inflasi telah mencapai puncaknya dan akan terus turun.
Optimisme pasar juga diperkuat oleh penurunan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat sebesar 0,3 persen pada Juni 2026. Data tersebut dinilai memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi di ekonomi terbesar dunia mulai mereda.
Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed telah mendorong penguatan bursa saham global, termasuk di Amerika Serikat dan kawasan Asia. Sentimen positif tersebut diperkirakan masih menjadi katalis yang menopang pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini.***



Tinggalkan Balasan