Harga HP Terancam Naik, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

|

GUGAH – Konsumen yang berencana membeli ponsel baru tampaknya harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai merek smartphone di Indonesia.

Kondisi ini terutama berdampak pada produk yang masih mengandalkan komponen impor atau diproduksi di luar negeri. Kenaikan biaya impor akibat penguatan dolar membuat produsen dan distributor harus melakukan penyesuaian harga jual.

Salah satu contoh terlihat pada produk Apple. Harga iPhone 17 Series yang dipasarkan di Indonesia kini lebih tinggi dibanding saat pertama kali diluncurkan.

iPhone 17 varian 256 GB yang sebelumnya dibanderol Rp17,249 juta kini naik menjadi Rp17,999 juta. Sementara iPhone 17 Pro 256 GB melonjak dari Rp23,749 juta menjadi Rp24,999 juta.

Baca Juga:  Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Pengamat Desak Pemerintah Ambil Langkah Berani

General Manager Marketing Apple PT MAP Zona Adi Perkasa, Farah Fausa Winarsih, mengakui fluktuasi kurs dolar menjadi faktor yang sulit dihindari dalam penentuan harga produk.

“Kenaikan dolar terhadap rupiah tentu akan berdampak pada pricing produk kami. Itu sesuatu yang berada di luar kendali perusahaan,” ujarnya saat peluncuran MacBook Neo beberapa waktu lalu.

Harga Smartphone Sudah Naik Sejak Awal 2026

Sebelum tekanan kurs dolar terjadi, industri smartphone lebih dulu menghadapi kenaikan biaya produksi akibat krisis memori global.

Sejak awal 2026, sejumlah produsen ponsel telah menaikkan harga produk mereka, mulai dari segmen entry-level hingga flagship.

Xiaomi, misalnya, menaikkan harga seluruh lini Redmi Note 15 Series. Kenaikan berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga:  IHSG Berpeluang Rebound Teknikal Hari Ini di Tengah Tekanan Rupiah dan Menanti BI Rate

Varian Redmi Note 15 Pro+ 5G 12/512 GB kini dijual Rp6,799 juta, naik signifikan dari Redmi Note 14 Pro+ 5G yang sebelumnya dibanderol Rp5,999 juta.

Oppo juga melakukan penyesuaian harga pada Reno 15 Series. Untuk varian Reno 15F, kenaikan mencapai sekitar Rp500 ribu dibanding generasi sebelumnya.

Di segmen premium, Samsung Galaxy S26 Series mengalami kenaikan yang lebih tajam. Harga beberapa model naik antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta dibanding Galaxy S25 Series.

Galaxy S26 varian 12/256 GB kini dibanderol Rp16,499 juta, sementara versi 12/512 GB mencapai Rp19,499 juta.

Baca Juga:  Target Akhir 2026, Indonesia Mulai Ekspor Listrik Hijau ke Singapura

Penjualan Smartphone Mulai Tertekan

Kenaikan harga ponsel mulai berdampak terhadap pasar. Laporan Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone ke Indonesia turun 9 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal pertama 2026.

Senior Analyst Counterpoint Research, Shilpi Jain, menyebut lonjakan harga menjadi faktor utama melemahnya permintaan konsumen.

Menurutnya, harga smartphone mengalami kenaikan antara 7 persen hingga 45 persen akibat inflasi komponen memori dan meningkatnya biaya produksi.

“Segmen entry-level menjadi yang paling terdampak karena banyak konsumen menunda pembelian atau beralih ke ponsel bekas,” ujarnya.

Dengan rupiah yang terus berada di bawah tekanan dan dolar AS menyentuh level Rp18.000, pelaku industri memperkirakan tren kenaikan harga smartphone masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran