GUGAH – Di saat pucuk pimpinan Kabupaten Purwakarta tengah disibukkan dengan agenda kunjungan kerja jauh ke tanah Papua, jeritan riil justru datang dari warga di pelosok daerahnya sendiri. Sebuah ironi tajam tergambar jelas di Jalan Kampung Tegal Nangklak, RW 08, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang kondisinya hancur lebat dan luput dari perhatian pemerintah selama satu dekade terakhir.
Berdasarkan pantauan dan laporan warga setempat, akses jalan utama ini sudah dalam kondisi rusak parah sejak 10 tahun ke belakang. Lubang-lubang menganga dan aspal yang mengelupas membuat jalur ini lebih mirip kubangan ketimbang fasilitas publik yang layak di provinsi yang katanya sudah maju.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam, khususnya di kalangan pemuda setempat. Lucky Permana, salah satu tokoh pemuda Kampung Tegal Nangklak, menyatakan bahwa warga merasa dianaktirikan dan dibiarkan bertaruh nyawa setiap hari.
“Kami merasa sama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah setempat, baik daerah maupun provinsi Jawa Barat. Jalan ini adalah akses satu-satunya bagi warga Tegal Nangklak untuk beraktivitas ekonomi, sekolah, dan mobilitas sehari-hari,” ujar Lucky dengan nada kecewa, belum lama ini.
Lucky juga menegaskan bahwa jika perbaikan tak kunjung dilakukan, warga khawatir korban jiwa akibat kecelakaan akan terus berjatuhan.
“Kalau jalan ini tak kunjung dibenahi, kami takut ada korban berikutnya. Apa harus menunggu nyawa melayang dulu baru pemerintah mau bergerak?” tambahnya.
Kontras yang terjadi di Purwakarta ini sangat menyayat hati. Ketika masyarakat harus berjuang melewati jalanan rusak demi menyambung hidup, sang kepala daerah justru dinilai sibuk dengan agenda kunjungan luar pulau yang urgensinya dipertanyakan oleh masyarakat bawah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda alat berat atau anggaran daerah yang dialokasikan untuk memperbaiki jalur maut di Desa Bunder tersebut. Warga hanya bisa berharap, sepulangnya dari Papua, hati para pemangku kebijakan bisa “terketuk” untuk melihat langsung penderitaan rakyatnya sendiri.***


Tinggalkan Balasan