GUGAH – Praktik pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan setelah sejumlah perusahaan tercatat memenangkan puluhan paket pekerjaan lintas sektor dengan nilai kontrak yang mencapai puluhan miliar rupiah.
Berdasarkan analisis terhadap data realisasi anggaran resmi Pemkab Purwakarta, sedikitnya tujuh perusahaan teridentifikasi memperoleh 53 paket pekerjaan dengan total nilai mencapai Rp22,18 miliar. Paket yang diperoleh tidak hanya berada dalam satu bidang usaha, tetapi juga tersebar pada berbagai sektor yang memiliki karakteristik pekerjaan berbeda.
Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai pola distribusi pekerjaan, pemerataan kesempatan usaha, serta kesesuaian kompetensi penyedia dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan.
Salah satu perusahaan yang menonjol adalah Santika Jaya dengan total nilai kontrak sekitar Rp7,70 miliar.
Perusahaan tersebut tercatat mengerjakan proyek fisik berupa rehabilitasi jalan lingkungan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan. Namun, pada saat yang sama, perusahaan yang sama juga memperoleh paket kebutuhan rumah tangga kepala daerah, pengadaan alat tulis kantor, hingga penyediaan perangkat komputer.
Fenomena serupa terlihat pada Garuda Muda Putra yang menguasai paket senilai sekitar Rp5,36 miliar. Selain menangani pengadaan makanan dan minuman serta jasa keamanan, perusahaan ini juga tercatat mengerjakan pemeliharaan kendaraan operasional, rehabilitasi puskesmas, hingga pengadaan benih sayuran.
Sementara itu, Pancasona Jaya memperoleh kontrak senilai sekitar Rp4,04 miliar yang didominasi proyek infrastruktur jalan. Namun perusahaan tersebut juga tercatat mengerjakan penyewaan alat berat untuk kegiatan lintas sektor.
Pada sektor pembangunan jalan lingkungan, sejumlah nama perusahaan muncul berulang dalam berbagai paket pekerjaan.
Ridwan Perkasa tercatat memperoleh pekerjaan senilai sekitar Rp1,48 miliar. Selain proyek jalan lingkungan, perusahaan ini juga mendapatkan paket rehabilitasi gedung milik Dinas Kesehatan.
Ratu Jaya mengamankan kontrak sekitar Rp1,46 miliar, termasuk proyek jalan lingkungan dan rehabilitasi ruang guru sekolah dasar.
Sementara Dewi Fortuna memperoleh paket senilai sekitar Rp882 juta yang mencakup pembangunan jalan lingkungan dan pemeliharaan gedung pemerintah.
Pola serupa juga ditemukan pada Putra Purnawarman Selatan yang memperoleh kontrak sekitar Rp1,23 miliar. Selain mengerjakan pembangunan ruang kelas dan jalan lingkungan, perusahaan tersebut juga tercatat menangani pengadaan suku cadang alat laboratorium dan peralatan medis.
Dalam sistem pengadaan pemerintah, setiap badan usaha pada dasarnya memiliki klasifikasi dan kualifikasi usaha yang menjadi dasar untuk mengikuti paket pekerjaan tertentu.
Karena itu, munculnya perusahaan yang mengerjakan berbagai jenis pekerjaan dengan karakteristik sangat berbeda memunculkan kebutuhan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terkait kesesuaian bidang usaha, legalitas perizinan, serta kapasitas teknis penyedia.
Pengamat pengadaan menilai kondisi tersebut belum tentu melanggar aturan. Namun, konsentrasi pekerjaan pada sejumlah penyedia tertentu tetap perlu menjadi perhatian agar prinsip persaingan usaha yang sehat, transparansi, dan pemerataan kesempatan usaha dapat berjalan optimal.
Temuan ini menjadi momentum bagi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat Daerah, serta Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) untuk melakukan evaluasi terhadap pola sebaran paket pekerjaan selama Tahun Anggaran 2026.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh proses pengadaan telah berjalan sesuai prinsip efisien, efektif, terbuka, bersaing, transparan, adil, dan akuntabel sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait mengenai pola distribusi paket pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, klarifikasi dari pemerintah daerah dan para penyedia yang disebutkan menjadi penting agar publik memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang mengenai pelaksanaan pengadaan di Kabupaten Purwakarta.***


Tinggalkan Balasan