Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina Usai Jalani Ibadah di Arafah dan Muzdalifah

|

GUGAH – Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Mina setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah dan Muzdalifah. Proses pergerakan jemaah pada fase Armuzna disebut berlangsung lancar, aman, dan terkendali sesuai rencana operasional.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah selesai pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi. Sementara perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina tuntas pada pukul 07.00 waktu setempat.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional,” ujar Maria di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.

Baca Juga:  Tarif Jasa Kursi Roda di Masjidil Haram Melonjak Dua Kali Lipat Saat Jemaah Membludak

Ia menambahkan, area Muzdalifah kini telah dinyatakan steril setelah seluruh jemaah bergerak menuju Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.

Menurut Maria, kelancaran proses Armuzna tidak lepas dari sinergi antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama pergerakan berlangsung.

“Ketertiban jemaah menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pergerakan tahun ini,” katanya.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah memfokuskan pelayanan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, terutama dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan rangkaian hari tasyrik.

Baca Juga:  Jemaah Haji Asal Tasikmalaya Wafat di Arab Saudi, Kemenhaj Koordinasi Proses Pemakaman

Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di kawasan Mina, tenda-tenda jemaah, hingga jalur layanan menuju Jamarat. Selain itu, petugas juga ditempatkan di Masjidil Haram untuk mendukung kebutuhan layanan jemaah Indonesia.

Maria menjelaskan, para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang tersebar di sejumlah kawasan tenda. Masing-masing satuan bertanggung jawab menangani 11 hingga 13 markas jemaah.

Kementerian juga mengimbau jemaah agar mematuhi jadwal lontar jumrah dan tidak memaksakan diri beraktivitas pada siang hari. Jemaah diminta menghindari lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi mengingat suhu di Mina dapat mencapai 41 derajat Celsius.

Baca Juga:  Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Perkuat Layanan Akomodasi dan Kesehatan di Makkah

Selain itu, jemaah diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan membatasi aktivitas fisik yang berlebihan selama berada di Mina.

“Kami berharap seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” ujar Maria.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran