Anak Polisi Periksa di Polda Jateng Usai Bikin Lomba Rasis

|

SEMARANG – Jagat media sosial mendadak heboh akibat aksi provokatif seorang perempuan dewasa berinisial L di ruang publik digital.

Perempuan tersebut nekat menyelenggarakan lomba berkomentar rasis dengan iming-iming imbalan hadiah uang tunai sebesar Rp100 ribu.

Kasus ini menggelinding panas setelah netizen mengungkap latar belakang L yang diduga anak perwira menengah Polri di Jawa Tengah.

Publik mengecam keras muatan SARA tersebut lantaran pelaku secara terang-terangan menunjukkan sikap menantang hukum positif nasional.

Baca Juga:  Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Buka Suara Soal Saham Gojek dan Tudingan Konflik Kepentingan

“Apa dikasusin, apa-apa dikasusin? Saya yang akan menang, orang tua saya dua-duanya polisi, dan bukan pangkat rendah,” ujar L dalam potongan video viral.

Pernyataan sombong tersebut direkam sebelum akhirnya akun media sosial pribadi milik pelaku menghilang dari peredaran udara digital.

Merespons kegaduhan, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto langsung turun tangan memberikan konfirmasi resmi kepada media.

Baca Juga:  DPR Tak Mau Kecolongan Lagi, Revisi UU Pemilu Akan Libatkan Publik dan Antisipasi Gugatan MK

Arlanto membenarkan bahwa L merupakan putri kandung dari seorang anggota Polri aktif yang menyandang pangkat Komisaris Polisi (Kompol).

“L bukan anak polisi di Polrestabes Semarang seperti diperkirakan sebelumnya, tetapi anak seorang anggota berpangkat Kompol di Jawa Tengah dan di Akpol,” tegas Artanto.

Artanto memastikan pihak kepolisian tidak akan memberikan keistimewaan hukum meskipun L merupakan anak dari perwira menengah Polri.

Baca Juga:  Massa Aksi May Day 2026 Mulai Padati Kawasan Monas, 220 Ribu Buruh Diperkirakan Telah Hadir

Penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah kini menahan L untuk menjalani proses pemeriksaan hukum secara intensif dan maraton.

Polisi fokus membedah motif utama pelaku serta mendalami unsur pidana terkait pelanggaran UU ITE dan pasal SARA.

“Yang bersangkutan tadi menurunkan akun tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan untuk menggali informasi lebih lanjut terkait unggahan bernuansa SARA tersebut,” pungkas Artanto.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran