GUGAH – MA Ma’arif Cikelet memberangkatkan enam siswanya untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Garut, Senin (7/9/2026). Kompetisi tersebut dipusatkan di MAN 1 Garut dan menjadi ruang bagi para siswa madrasah untuk menguji kemampuan akademik sekaligus mengembangkan potensi di bidang sains.
Enam peserta MA Ma’arif Cikelet tampil pada bidang yang berbeda, yakni Alisa pada bidang Ekonomi Terintegrasi, Bias pada Geografi Terintegrasi, dan Indah pada Kimia Terintegrasi. Sementara Nazwa mengikuti Fisika Terintegrasi, Naja Matematika Terintegrasi, dan Wilky berkompetisi pada Biologi Terintegrasi.
Pelaksanaan OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menempatkan kompetisi bukan semata sebagai ajang mengejar prestasi akademik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membentuk talenta muda yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam, penguasaan ilmu pengetahuan, dan perspektif ekoteologi dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Dalam petunjuk pelaksanaannya, OMI diarahkan untuk mengembangkan bakat, minat, kecakapan, serta keahlian siswa dalam bidang sains dan riset. Kompetisi ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengasah kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama.
Kepala MA Ma’arif Cikelet, Hasbi Assidik, berharap keikutsertaan enam peserta tersebut tidak hanya diukur dari hasil akhir kompetisi. Ia mendorong para siswa menjadikan OMI sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan keberanian, kemampuan berpikir, kedisiplinan, serta motivasi dalam menekuni bidang keilmuan yang mereka minati.
Hasbi juga berharap perjuangan para peserta dapat membawa nama baik MA Ma’arif Cikelet di tingkat Kabupaten Garut. Lebih jauh, pengalaman berkompetisi diharapkan menjadi pijakan bagi siswa untuk terus berkembang dan berani mengikuti ajang akademik pada jenjang yang lebih tinggi.
OMI 2026 tingkat Kabupaten Garut tidak hanya membuka kompetisi pada bidang sains, tetapi juga menyediakan ruang lingkup riset untuk jenjang MTs dan MA. Bidang riset yang diangkat mencakup Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Rangkaian kompetisi yang berlangsung selama satu hari itu diharapkan mampu memperkuat budaya berprestasi di lingkungan madrasah. Selain menjaring siswa berpotensi untuk melanjutkan ke kompetisi tingkat lebih tinggi, OMI juga diarahkan membangun budaya kompetisi yang sehat, jujur, dan berintegritas.
Bagi MA Ma’arif Cikelet, keberangkatan enam siswa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memberikan ruang aktualisasi bagi peserta didik. Kehadiran mereka di OMI 2026 sekaligus menunjukkan bahwa madrasah terus mendorong penguatan sains dan riset tanpa meninggalkan karakter serta nilai-nilai keislaman.***



Tinggalkan Balasan