Semarak Festival Maulid Dan HSN 2026, NU Rawalumbu Gelar Bazar UMKM Hingga Sunatan Massal

|

GUGAH — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menggelar Festival Maulid dan Hari Santri NU Rawalumbu 2026 pada 17–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial sebagai bentuk kontribusi Nahdlatul Ulama bagi masyarakat.

Festival yang berlangsung selama sepekan tersebut diisi dengan kejuaraan tenis meja, bazar atau Expo UMKM, Ngaji Inspiratif, penampilan kreatif, sunatan massal, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Salah satu agenda sosial dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026), yakni sunatan massal yang diikuti sekitar 50 anak. Pada hari yang sama, layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga menjangkau lebih dari 100 orang.

Baca Juga:  Pemkab Bekasi Luncurkan E-Monev KIP 2026, Ini Tujuannya

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Rawalumbu, Ust. Hasanudin Al Murtaho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian festival tersebut, mulai dari panitia, jajaran pengurus NU, badan otonom NU, hingga mitra eksternal.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, jajaran pengurus NU, badan otonom NU, serta para mitra yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi dan kebersamaan inilah yang membuat rangkaian Festival Maulid dan Hari Santri NU Rawalumbu 2026 dapat menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hasanudin.

Baca Juga:  Wali Kota Bekasi Lantik 24 Pejabat, Dorong Birokrasi Adaptif Dan Terbuka Terhadap Kritik Publik

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Palang Merah Indonesia (PMI), RSUD Bantargebang, dan Puskesmas Bojong Rawalumbu yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan sosial, khususnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan Maulid dan Hari Santri semata, tetapi juga menjadi bukti bahwa NU harus terus hadir dan memberikan maslahat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan UMKM, kami ingin semangat khidmah Nahdlatul Ulama benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga:  Soal Gereja Cikopo, Ketua GP Ansor Bojong: Beragama Harus Mengajarkan Toleransi

Menurut Hasanudin, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga tradisi keagamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Rangkaian Festival Maulid dan Hari Santri NU Rawalumbu 2026 dijadwalkan ditutup pada Sabtu malam (24/10/2026) melalui pembacaan Maulid oleh SUPELZ, dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. Said Aqil Siradj.

Melalui festival ini, MWCNU Kecamatan Rawalumbu berharap sinergi antara organisasi, masyarakat, dan berbagai mitra dapat terus terjalin sehingga kegiatan keagamaan tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran