Harlah ke-76 Fatayat NU Cisurupan, Layanan Adminduk hingga Parenting Islami Jadi Sorotan

GARUT – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Cisurupan, Kabupaten Garut, diisi dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh aspek spiritual, edukasi, hingga pelayanan publik. Kegiatan ini digelar di wilayah Kecamatan Cisurupan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah serta organisasi masyarakat, pada Kamis (21/5/2026).

Mengusung semangat pemberdayaan perempuan, kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Huda Cibojong ini menghadirkan empat agenda utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Salah satunya adalah dialog interaktif bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), BPJS, serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang turut menjadi bagian dari agenda reses anggota DPRD Kabupaten Garut, H.S. Fahmi, S.IP.

Baca Juga:  Aksi Nekat Curanmor di Rumpin, Pelaku Rampas Motor dari Tangan Bocah di Siang Bolong

Dialog ini dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan informasi terkait layanan publik, khususnya yang berkaitan dengan jaminan sosial dan administrasi kependudukan.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan istigasah dan workshop parenting yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Cecep Jaya Karama. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pola asuh anak berbasis nilai-nilai Islam di tengah tantangan era digital.

“Penguatan peran keluarga, khususnya ibu, menjadi kunci dalam membangun generasi yang berakhlak dan tangguh di tengah perkembangan teknologi saat ini,” menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam workshop tersebut.

Baca Juga:  Supermusik ‘Kecil Tapi Party’ Guncang Sor Ciateul Garut

Di sektor pelayanan publik, Fatayat NU Cisurupan bekerja sama dengan Disdukcapil Kabupaten Garut menghadirkan layanan administrasi kependudukan secara langsung bagi masyarakat. Layanan ini meliputi pembuatan maupun pembaruan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, KTP elektronik, hingga Kartu Identitas Anak (KIA).

Berbeda dengan workshop yang pesertanya dibatasi hanya 2–3 orang per perwakilan ranting Fatayat, layanan administrasi kependudukan dibuka untuk umum sehingga masyarakat luas dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Garut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Baca Juga:  Ketua IPPNU Garut Dorong Ruang Aman Pelajar Lewat “Mind Matters”, Perkuat Keberanian Bercerita dan Kesehatan Mental Remaja

Ketua PAC Fatayat NU Cisurupan, Himas Gatidah, menyampaikan bahwa peringatan Harlah ke-76 ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum untuk menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin Fatayat hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai solusi. Kegiatan ini menyentuh aspek spiritual, edukasi, hingga kebutuhan administratif masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan Fatayat NU semakin mampu memperluas peran dalam pemberdayaan perempuan serta meningkatkan kualitas pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, kegiatan ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana organisasi perempuan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial berbasis komunitas.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran