Cak Imin Dorong Perumahan Jadi Pusat Ekonomi Warga, Vida Bekasi Jadi Role Model

|

GUGAH — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong kawasan perumahan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Cak Imin saat mengunjungi kawasan Vida, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026) pagi. Kunjungannya diawali dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer dari kawasan Vida Bantargebang menuju lokasi aktivitas UMKM Vida di wilayah Mustikajaya.

Dalam kunjungan tersebut, Cak Imin turut didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Anggota DPR RI Fraksi PKB Sudjatmiko, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB M. Faizin, jajaran pengurus DPC PKB Kota Bekasi, anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, serta sejumlah kepala dinas, camat, hingga lurah di Kota Bekasi.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Cak Imin untuk melihat langsung aktivitas masyarakat dan geliat ekonomi yang tumbuh di kawasan perumahan. Setelah menempuh perjalanan, ia menyapa warga sekaligus meninjau aktivitas para pelaku UMKM dan tenant yang berkembang di kawasan tersebut.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Kemenag Jabar Tekankan Integritas dan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Cak Imin menilai, konsep pembangunan perumahan ke depan perlu sejak awal memperhitungkan keberadaan ekosistem pasar. Menurutnya, langkah tersebut dapat memudahkan penghuni mengakses kebutuhan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan UMKM.

“Kita akan dorong perumahan-perumahan yang akan dibangun sejak awal menyiapkan desain ekosistem yang mendukung pengembangan pasar, sehingga nanti penghuni perumahan juga mudah mengakses pasar,” kata Cak Imin kepada wartawan.

Menurut Cak Imin, pengembangan ekosistem ekonomi di kawasan perumahan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan berbagai pihak. Tidak hanya menghadirkan pasar, tetapi juga membangun keterhubungan antara UMKM, koperasi, korporasi, hingga layanan jaminan sosial.

Baca Juga:  PCNU Parepare Bertolak ke Tambakberas, Bawa Aspirasi Nahdliyin ke Muktamar NU ke-35

Ia melihat kawasan Vida dapat menjadi contoh pengembangan konsep tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 450 tenant yang menjalankan aktivitas usaha di kawasan tersebut, sementara sekitar 200 calon tenant lainnya masih mengantre.

Aktivitas pasar di kawasan Vida juga disebut mampu menarik lebih dari 10.000 pengunjung setiap pekan. Potensi tersebut dinilai menunjukkan bahwa kawasan hunian dapat berkembang menjadi ruang ekonomi apabila didukung perencanaan dan ekosistem yang tepat.

“Perumahan Vida ini bisa menjadi prototype, model yang bisa kita duplikasi dan perbanyak dengan visi 1.001 Pasar Rakyat ini, membangun ekosistem,” ujarnya.

Cak Imin menegaskan, keberadaan pasar semata belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Menurutnya, dibutuhkan ekosistem yang memungkinkan berbagai sektor usaha saling terhubung dan berkembang bersama.

Baca Juga:  Gurita Bisnis Santika Jaya, Perusahaan 'Palugada' Ini Kantongi Rp9 Miliar dari APBD Purwakarta

Ia juga menyoroti pengelolaan sampah di kawasan Vida yang berkembang dari aktivitas UMKM hingga menjadi perusahaan. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki peluang untuk naik kelas ketika mendapatkan ekosistem usaha yang mendukung.

Pemerintah, lanjut Cak Imin, akan terus mendorong kolaborasi untuk memperkuat UMKM. Menurutnya, pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus menunjukkan kemandirian dan daya tahan masyarakat.

“Makanya saya selalu memberikan dukungan terus-menerus kepada UMKM kita karena mereka adalah orang-orang yang betul-betul memiliki kemandirian dan daya tahan yang kuat,” ucapnya.

Kawasan Vida pun dinilai dapat menjadi gambaran bagaimana lingkungan perumahan dikembangkan tidak sebatas sebagai kawasan hunian, tetapi sekaligus menjadi ruang bagi pasar rakyat, UMKM, dan aktivitas ekonomi warga untuk tumbuh dalam satu ekosistem.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran