GUGAH – Pemadaman listrik yang melanda sebagian besar wilayah Batam pada Senin (12/10/2026) pagi tak hanya memicu terganggunya pasokan listrik, tetapi juga berdampak pada layanan air bersih dan jaringan komunikasi. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh di jam-jam sibuk.
Sejak pagi, warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari menyiapkan kebutuhan rumah tangga hingga bersiap berangkat bekerja dan sekolah.
“Listrik mati, air pun tak mengalir. Jaringan telepon juga bermasalah. Kami jadi susah beraktivitas. Kalau semuanya terganggu bersamaan seperti ini, masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” keluh Dika, warga Marina, Sekupang.
Menurut Dika, gangguan yang terjadi bertepatan dengan jam sibuk sehingga semakin menyulitkan masyarakat. Listrik dibutuhkan untuk mengoperasikan berbagai peralatan rumah tangga, sementara air bersih menjadi kebutuhan utama sebelum memulai aktivitas.
Ia berharap pihak terkait segera memberikan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan.
“Kalau memang ada gangguan, kami berharap ada informasi yang jelas. Jangan sampai warga harus menebak-nebak kapan listrik dan air kembali normal. Apalagi pagi hari waktunya orang bersiap bekerja,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Putri, warga Tiban. Menurutnya, gangguan jaringan komunikasi membuat warga kesulitan menghubungi keluarga maupun memperoleh informasi terkini.
“Sekarang semuanya bergantung pada listrik dan jaringan. Kalau listrik mati, air tidak ada, lalu jaringan ikut hilang, aktivitas benar-benar terganggu. Kami berharap persoalan ini segera ditangani,” kata Putri.
Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan pemulihan sistem kelistrikan setelah terjadi gangguan yang menyebabkan pemadaman meluas di Batam dan sekitarnya.
“Saat ini prioritas recovery sistem dulu atau penormalan semua jaringan, nanti kami update,” ujar Yoga.
PLN Batam telah mengerahkan tim teknis dan operasional untuk mengidentifikasi titik gangguan serta memulihkan pasokan listrik secara bertahap. Investigasi juga tengah dilakukan guna mengetahui penyebab pasti terjadinya gangguan.
Menurut Yoga, proses penormalan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan. Pemulihan pasokan untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan pusat pelayanan publik juga menjadi prioritas sesuai kondisi teknis di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, PLN Batam belum mengumumkan penyebab pasti gangguan maupun estimasi waktu pemulihan secara menyeluruh. Perusahaan menyatakan akan menyampaikan perkembangan penanganan melalui kanal komunikasi resminya.
Sementara itu, masyarakat berharap pasokan listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi dapat segera pulih agar aktivitas kembali normal. Warga juga meminta informasi yang terbuka dan berkala mengenai proses penanganan sehingga dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.***
Sumber: Batampost





Tinggalkan Balasan