Abah Cipasung: Kalau Masih Suka Merokok, Pilih Gus Yahya

|

GUGAH — Pesan penting menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) disampaikan Abah Ubed Cipasung saat menerima kunjungan silaturahmi rombongan Asparanom dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Sabtu (22/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, rombongan meminta arahan Abah Cipasung terkait Muktamar NU. Jawabannya singkat, tetapi langsung mengarah kepada sosok Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

“Kalau mau merokok, pilih Gus Yahya,” ujar Abah Cipasung, sebagaimana disampaikan kepada rombongan.

Baca Juga:  Masyayikh NU Serukan Munas Alim Ulama Tak Ubah Mekanisme AHWA dan Tolak Rangkap Jabatan Politik

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pembicaraan mengenai masa depan NU. Abah Cipasung menyinggung perbedaan tantangan antara NU masa lalu dan hari ini, termasuk soal bagaimana organisasi harus ditata di tengah perubahan zaman.

Ia mengisahkan karamah ulama terdahulu yang menurutnya luar biasa. Salah satunya kisah KH Amin, saudara Abah Cipasung, yang disebut memiliki kemampuan “melipat jarak dan waktu”. Kisah serupa, kata dia, pernah diceritakan Gus Dur ketika berada di Baghdad.

Baca Juga:  Tiang Listrik Roboh, Aktivitas Warga Ciketingudik Terganggu

Namun, menurut Abah Cipasung, kondisi hari ini berbeda. Kekuatan karamah ulama seperti yang diceritakan pada masa lalu tidak lagi menjadi sandaran utama. Karena itu, NU dinilai membutuhkan tata kelola organisasi yang kuat dan baik.

Dalam konteks kepemimpinan NU, Abah Cipasung juga melihat Gus Yahya memiliki visi membawa NU ke panggung global. Jika kembali dipercaya memimpin, visi tersebut dinilai dapat terus dikembangkan.

Baca Juga:  Ketua Komisi XI DPR RI Ingatkan Kades: Dana Desa Bukan Uang Kaget, Transparansi Adalah Harga Mati

Di penghujung pertemuan, Abah Cipasung menitipkan salam kepada Gus Yahya. Ia juga menyampaikan pesan yang mempertegas kedekatan dan sikapnya menjelang Muktamar.

“Sampaikan ke Ketum, Abah gak ke mana-mana,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu sinyal penting dari tokoh sepuh NU di tengah dinamika menjelang Muktamar, ketika arah dukungan para ulama dan kiai menjadi bagian penting dari percakapan tentang masa depan kepemimpinan NU.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran