Khidmat NU Tak Berhenti di Organisasi, MWCNU Plered Perkuat Kebersamaan Lewat Momen Kumpul Bareng Pengurus

|

GUGAH  – Bagi sebagian orang, organisasi sering kali dipahami sebatas rapat, program kerja, dan forum kelembagaan. Namun bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Plered, kebersamaan antarpengurus justru tumbuh kuat dalam momen-momen sederhana ketika mereka bisa berkumpul dan saling menguatkan di luar agenda formal.

Hal itu terlihat saat jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Plered meluangkan waktu untuk berkumpul dan membersamai salah satu pengurus, Isep Saepudin, Ketua Ranting Tanfidziyah Desa Cibogohilir, pada Kamis (20/8/2026).

Bertempat di Kampung Babakan Sawah, Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, suasana kebersamaan tampak hangat. Para pengurus hadir bukan dalam suasana formal organisasi, melainkan sebagai keluarga besar yang saling menyapa, berbincang, dan mempererat hubungan personal.

Baca Juga:  Getarkan Ribuan Hadirin di Sindangkerta, Ketua FKDT Tasikmalaya Soroti Nasib Guru Diniyah

Ketua MWCNU Kecamatan Plered, TB Seda Akhmad Ziyad, menyampaikan bahwa momen seperti ini menjadi ruang penting untuk menjaga kekompakan dan kedekatan emosional antar-pengurus.

“Kami atas nama MWCNU Kecamatan Plered merasa bahagia bisa berkumpul dan membersamai rekan-rekan semua dalam suasana penuh kekeluargaan. Ini bukan sekadar agenda, tetapi bagian dari merawat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujar TB Seda Akhmad Ziyad.

Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada struktur dan program kerja, tetapi juga pada hubungan yang hangat dan saling peduli di antara para pengurus.

Ia menegaskan bahwa momen kumpul bareng seperti ini menjadi ruang penting untuk saling menguatkan, bertukar cerita, dan menjaga semangat pengabdian tetap hidup.

Baca Juga:  Bawa Spirit NU, Pengurus Baru DPC PKB Cianjur Siap Perjuangkan Nilai Keumatan

“Kebersamaan seperti ini membuat kita tetap solid. Kita bisa saling mendengar, saling menguatkan, dan menjaga semangat khidmat agar tidak hanya berhenti di kegiatan formal,” tambahnya.

Sejumlah pengurus MWCNU Plered turut hadir dalam suasana tersebut, di antaranya Imron Rosadi, Aa Hidayat, Indra PS, dan Fauzi. Kehadiran mereka menambah hangat suasana kebersamaan yang terjalin tanpa sekat jabatan maupun struktur organisasi.

Miftah Farid, Ketua PAC ISNU Kecamatan Plered, juga turut memandu jalannya pertemuan santai tersebut, yang lebih banyak diisi dengan obrolan ringan, diskusi, dan canda tawa antarpengurus.

Kebersamaan yang Menguatkan Organisasi

Di tengah kesibukan organisasi dengan berbagai agenda kelembagaan, momen berkumpul seperti ini menjadi ruang penting yang sering kali tidak tercatat dalam laporan formal, namun justru memiliki dampak besar bagi kekompakan internal.

Baca Juga:  Membangun Tata Kelola PBNU untuk Peradaban yang Berkelanjutan

Bagi MWCNU Plered, kebersamaan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari fondasi organisasi itu sendiri. Dari ruang-ruang sederhana inilah tumbuh rasa saling percaya, saling mengenal, dan saling peduli.

Kebersamaan yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat semangat kolektif dalam menjalankan khidmat di tengah masyarakat.

Sebab pada akhirnya, organisasi bukan hanya tentang struktur dan program, tetapi tentang manusia di dalamnya yang saling terhubung, saling menguatkan, dan tumbuh bersama dalam satu ikatan persaudaraan.

Dari momen kumpul bareng yang sederhana, pesan itu menjadi jelas: kebersamaan adalah energi utama yang menjaga khidmat tetap hidup di tubuh Nahdlatul Ulama.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran