GUGAH — Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (20/8/2026). Penguatan rupiah terjadi ketika dolar AS masih berada di bawah tekanan di pasar global.
Mengacu data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot menguat 46 poin atau 0,26 persen ke level Rp17.794 per dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (19/8/2026), rupiah ditutup menguat 22 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.840 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tersebut berlangsung di tengah pelemahan dolar AS yang masih menjadi perhatian investor. Mengutip Reuters, dolar AS bergerak di dekat level terendah dalam tiga bulan karena pasar mencermati langkah Departemen Keuangan AS untuk meredam tekanan di pasar obligasi.
Tekanan di pasar obligasi AS sebelumnya mendorong imbal hasil (yield) Treasury tenor panjang ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Departemen Keuangan AS dilaporkan menyiapkan langkah untuk menggandakan dukungan likuiditas melalui operasi pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang. Kebijakan tersebut ditempuh setelah aksi jual besar-besaran di pasar obligasi mendorong yield Treasury 30 tahun mencapai 5,337 persen, level tertinggi dalam 19 tahun.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS berada di level 98,938, mendekati posisi terendah sejak pertengahan Mei 2026.
Pelemahan dolar juga tercermin dari pergerakan sejumlah mata uang utama. Euro diperdagangkan di level US$1,1676 per euro, bertahan di sekitar posisi tertinggi sejak akhir Mei.
Sementara itu, yen Jepang berada di level 158,32 per dolar AS. Posisi tersebut masih menjauh dari level 160 yang menjadi perhatian pasar setelah penguatan yen pascaintervensi bersama pada akhir Juli kembali terkikis.
Poundsterling Inggris berada di level US$1,3603 per dolar AS. Adapun franc Swiss diperdagangkan pada 0,7981 per dolar AS, mendekati level tertinggi dalam dua bulan.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan tetap dipengaruhi dinamika dolar AS, pasar obligasi Amerika Serikat, serta arah kebijakan moneter dan respons investor terhadap perkembangan ekonomi global.***



Tinggalkan Balasan