GUGAH – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur menggelar Lailatul Ijtima, Istigasah, dan Ikhbar Jam’iyah di Pondok Pesantren Darunidzom Al-Istiqlal, Jalan Lingkar Selatan, Kampung Regeng Pangalihan, Desa Sukamaju, Cianjur, Senin (10/8/2026).
Inisiator sekaligus Panitia Acara Lailatul Ijtima “Takdiman Wa Takriman Lil Muasisi Nahdlatul Ulama,” KH. Tantan Asari, mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kesadaran untuk menjunjung tinggi nilai-nilai para pendiri (*muassis*).
Acara ini digelar dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa PCNU Cianjur memilih untuk bersikap dinamis dan menjaga suasana tetap kondusif.
“Terlepas dari perhelatan muktamar dengan segenap keberkahannya, sangat penting bagi kita di daerah, untuk memperkokoh ukhuwah sebelum berangkat ke muktamar mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Cianjur, Kiai Deden Usman Ridwan, menyampaikan dalam sambutannya, sikap PC NU Cianjur dalam kegiatan Lailatul Ijtima, Istigasah, dan Ikhbar Jam’iyah, agar setiap keputusan tentu mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan jam’iyah.
“Adapun untuk untuk memilih Calon Ketua Tanfidziyah PBNU kita mengalir saja, dan Cianjur belum mendukung siapapun. Tentu nanti kita sepakati bersama,” ujar Kiai Deden.
Meskipun demikian terkait posisi Calon Rais Aam PB NU, kata Kiai Deden, sikap PCNU Cianjur telah mengantongi nama kesepakatan bersama melalui musyawarah. Selain menentukan arah politik jam’iyah.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Pengurus Harian PCNU Cianjur juga membahas persiapan teknis pemberangkatan kontingen. PCNU Cianjur telah menyepakati pengiriman kafilah dengan armada sebanyak tiga hingga empat bus.
Rais Syuriyah PCNU Cianjur, KH. Kamali Abdul Ghani, menyambut baik penyelenggaraan forum ijtima ini. Ia menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengikuti seluruh instruksi dari PBNU.
“Ini merupakan langkah awal yang baik bagi jam’iyah,” tutur KH. Kamali sembari mengingatkan pentingnya mempererat silaturahmi antarwarga nahdliyin.***



Tinggalkan Balasan