Hilmi Sirojul Fuadi Konsolidasikan Ansor Jalur Tonggoh Purwakarta, Fun Match atau Agenda Lain?

|

GUGAH — Bola memang bundar. Namun, dalam organisasi, sebuah pertemuan kadang punya cerita yang lebih panjang dari sekadar skor pertandingan.

Hal itu terlihat dalam agenda Mini Soccer Fun Match PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wanayasa di Lapangan GPR Mini Soccer Cibeber, Kiarapedes, Jumat (7/8/2026) malam.

Kegiatan yang dikemas sebagai ajang olahraga dan silaturahmi itu diikuti sejumlah PAC GP Ansor dari wilayah tonggoh Purwakarta, mulai dari Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Pondoksalam hingga Pasawahan.

Secara formal, tidak ada yang istimewa. Kader berkumpul, bermain bola, bersilaturahmi, lalu menikmati suasana kebersamaan.

Namun, waktunya memang menarik.

Agenda tersebut berlangsung ketika GP Ansor Purwakarta akan menuju Konferensi Cabang (Konfercab) yang kabarnya akan dilaksanakan akhir tahun ini. Maka wajar jika pertemuan lintas PAC seperti ini ikut mendapat perhatian, meski tidak serta-merta harus dimaknai sebagai konsolidasi politik.

Apalagi, sekitar 100 kader hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Jalin Silaturahmi, Perkuat Persahabatan, Jaga Kesehatan dan Nyalakan Semangat Berjuang.”

Di tengah ramainya pertandingan, sosok Ketua PAC GP Ansor Wanayasa sekaligus Anggota DPRD Purwakarta, Hilmi Sirojul Fuadi, turut menjadi perhatian.

Baca Juga:  Muslimat NU Garut Dilantik, Perkuat Kemandirian dan Khidmah Perempuan

Hilmi memang bukan nama yang asing dalam dinamika GP Ansor Purwakarta. Kader tulen yang juga merupakan cucu Abah Adang Cipulus itu belakangan disebut-sebut sebagai salah satu figur yang memiliki peluang dalam dinamika kepemimpinan PC GP Ansor Purwakarta.

Meski begitu, Hilmi tidak menjadikan agenda olahraga tersebut sebagai panggung untuk berbicara mengenai kontestasi.

Ia justru menempatkan kegiatan itu sebagai ruang sederhana untuk mempertemukan kader.

“Ini bagian dari ikhtiar menjaga silaturahmi, memperkuat persahabatan dan kebersamaan kader,” ujar Hilmi.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi cara yang lebih cair untuk membangun komunikasi antarkader.

Bahkan, ia menyebut pendekatan semacam itu terkadang lebih efektif untuk mengumpulkan kader.

“Kalau diajak rapat cenderung sulit, kita coba ajak berolahraga. Alhamdulillah antusias. Yang penting bagaimana kader Ansor tetap solid, sehat dan terus bergerak memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Hilmi menilai perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, menurutnya, persahabatan dan persatuan kader harus tetap dijaga.

“Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal yang wajar, tetapi persahabatan dan persatuan harus tetap dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:  MWCNU Plered Purwakarta Gelar Silaturahmi Akbar dan Upgrading Pengurus Ranting NU

Pernyataan Hilmi terdengar sederhana. Tidak ada deklarasi, tidak ada klaim dukungan, apalagi pernyataan terbuka mengenai Konfercab.

Tetapi dalam organisasi, komunikasi tidak selalu berlangsung di ruang rapat.

Kadang justru muncul di lapangan. Sambil bermain bola, ngopi, bercanda, atau sekadar bertukar kabar antarkader.

Karena itu, jika kemudian pertemuan tersebut dibaca sebagai bagian dari dinamika menjelang Konfercab, hal itu lebih merupakan tafsir atas situasi daripada kesimpulan bahwa agenda tersebut memang dirancang untuk kepentingan kontestasi.

Yang pasti, sejumlah PAC dari wilayah tonggoh hadir dalam satu kegiatan yang sama.

Menariknya lagi, rombongan pengurus PC GP Ansor Purwakarta juga turut hadir di lokasi.

Sekretaris PC GP Ansor Purwakarta mengapresiasi kegiatan yang digelar PAC GP Ansor Wanayasa tersebut.

“Dari pimpinan cabang kami mengapresiasi PAC GP Ansor Kecamatan Wanayasa yang telah melaksanakan kegiatan atau event fun match mini soccer. Mudah-mudahan inisiatif seperti ini bisa dilakukan juga di PAC-PAC yang lain,” katanya.

Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari pembinaan kader sekaligus ruang untuk mengembangkan potensi anak muda di Purwakarta.

Baca Juga:  PWI Cabut Laporan ke Hotman Paris, Kasus Dugaan Hina Wartawan Berakhir Damai

“Bisa dalam bentuk kegiatan-kegiatan pembinaan olahraga di cabang lainnya. Supaya nanti Gerakan Pemuda Ansor juga bisa berkiprah dalam pembinaan talenta-talenta muda di Kabupaten Purwakarta, secara khusus di bidang olahraga,” tambahnya.

Pada akhirnya, pertandingan tetaplah pertandingan. Ada yang menang, ada yang kalah, dan setelah peluit panjang semuanya kembali menjadi kader Ansor.

Namun, ketika sebuah kegiatan mempertemukan banyak PAC dalam satu momentum, di tengah suasana organisasi yang mulai bergerak menuju Konfercab, tentu ada dinamika yang menarik untuk dicermati.

Bukan soal siapa bermain untuk siapa.

Setidaknya untuk malam itu.

Hilmi memilih bicara soal silaturahmi, kesehatan dan kebersamaan. Sementara kader-kader Ansor memilih lapangan sebagai tempat bertemu.

Selebihnya, biarkan waktu dan Konfercab yang menjawab apakah fun match tersebut hanya berhenti sebagai pertandingan sepak bola atau menjadi salah satu simpul kecil dari komunikasi kader menjelang babak baru GP Ansor Purwakarta.

Satu hal yang jelas: bola sudah bergulir. Dinamika organisasi pun tampaknya mulai ikut bergerak.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran