Ansor Bali Ingatkan Toleransi Demi Jaga Pariwisata

|

GUGAH – Isu kerukunan lintas agama kembali menjadi sorotan dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IV PAC GP Ansor Kuta Selatan yang digelar di Wantilan Masjid Agung Palapa, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8/2026). Di tengah tingginya ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata, GP Ansor menilai stabilitas sosial dan harmoni antarumat beragama tidak bisa dipandang sebagai isu seremonial semata.

Konferancab yang dibuka Ketua PW GP Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan itu menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus momentum menentukan kepemimpinan baru PAC GP Ansor Kuta Selatan. Selain memilih nahkoda baru, forum tersebut juga diarahkan untuk mengevaluasi peran organisasi dalam menjawab tantangan sosial di wilayah yang menjadi salah satu pusat destinasi wisata internasional.

Baca Juga:  GP Ansor Kota Bekasi Dukung Penguatan Bank Sampah dari Dana RW Rp100 Juta, Desak Sanksi Tegas Oknum RW Nakal

Dalam forum itu, Ketua PW GP Ansor Bali menekankan bahwa kader Ansor dan Banser harus memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Bali merupakan modal sosial yang harus terus dijaga agar tidak mudah tergerus oleh polarisasi maupun potensi konflik.

“Kerukunan yang selama ini terbangun di Bali adalah kekuatan utama daerah ini. Ansor dan Banser harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta memperkuat kolaborasi lintas iman demi menjaga kedamaian dan keharmonisan masyarakat,” pesannya.

Baca Juga:  Purwakarta dalam Angka Tak Seindah Purwakarta di Dunia Maya

Ia juga mengingatkan bahwa kerukunan bukan hanya menyangkut hubungan sosial, tetapi memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi Bali. Keamanan, kenyamanan, dan keharmonisan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Karena itu, kepemimpinan baru PAC GP Ansor Kuta Selatan diharapkan tidak hanya fokus pada penguatan kaderisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program yang memperkuat kolaborasi dengan masyarakat lintas agama, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta memperkokoh citra Bali sebagai daerah yang aman, damai, dan terbuka bagi semua kalangan.

Baca Juga:  Dana Desa Berkurang, Target Koperasi Dipangkas: Siapa Menanggung Risikonya?

Konferancab IV ini sekaligus menjadi ujian bagi GP Ansor Kuta Selatan untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak berhenti pada pergantian kepengurusan, melainkan mampu menghadirkan peran nyata dalam menjaga kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat dan tantangan terhadap sektor pariwisata Bali.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran