STOCKHOLM – Gelombang solidaritas internasional terhadap konflik Timur Tengah kembali menguat. Ratusan hingga ribuan demonstran turun ke jalan di ibu kota Swedia, Stockholm, untuk memprotes serangan militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza, Lebanon, dan Iran.
Aksi yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) kemarin siang waktu setempat, itu dipusatkan di Odenplan Square, salah satu titik strategis di kota tersebut. Para demonstran berkumpul membawa bendera Palestina serta berbagai spanduk bertuliskan tuntutan penghentian kekerasan terhadap warga sipil.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah pesan kuat, di antaranya “Hentikan pembunuhan warga sipil”, “Akhiri blokade pangan di Gaza”, serta “Stop serangan ke Lebanon dan Iran”.
Aksi ini digelar sebagai respons atas meningkatnya operasi militer Israel di sejumlah wilayah konflik yang dinilai telah memperburuk krisis kemanusiaan. Para peserta aksi juga menuding adanya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, khususnya di Gaza, serta pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Tidak hanya mengecam serangan militer, para demonstran juga mendesak pemerintah Swedia untuk mengambil sikap tegas. Mereka menyerukan penghentian penjualan senjata ke Israel sebagai bentuk tekanan politik terhadap kebijakan militer yang sedang berlangsung.
Aksi di Stockholm ini merupakan bagian dari gelombang protes global yang terus meluas, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, konflik tidak hanya terfokus di Gaza, tetapi juga meluas ke Lebanon dan Iran, memicu kekhawatiran akan eskalasi regional yang lebih besar.
Di tengah situasi tersebut, berbagai kelompok masyarakat sipil di Eropa terus menggalang aksi solidaritas, menuntut perlindungan terhadap warga sipil serta penghormatan terhadap hukum internasional.
Demonstrasi ini sekaligus menjadi cerminan meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah negara-negara Barat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mendorong penghentian konflik dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
Seiring berlanjutnya ketegangan, suara-suara dari jalanan seperti di Stockholm menunjukkan bahwa isu kemanusiaan di Gaza dan kawasan sekitarnya kini telah menjadi perhatian global yang semakin sulit diabaikan.***
Sumber: MEMO



Tinggalkan Balasan