Ketua PW Ansor Bali: Rijalul Ansor adalah Ruh Organisasi

|

GUGAH – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Bali kembali menggelar rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor sebagai upaya memperkuat spiritualitas, karakter, sekaligus konsolidasi kader. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua PW GP Ansor Bali, Tommy Reza Kurniawan, dan dihadiri jajaran pengurus wilayah serta anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Dalam arahannya, Tommy menegaskan bahwa Majelis Rijalul Ansor harus terus diistiqamahkan sebagai ruh organisasi. Di tengah padatnya agenda kepengurusan, tradisi berdzikir, mengaji, dan menuntut ilmu tidak boleh terhenti.

Baca Juga:  Masjid Agung yang Kehilangan Keagungannya

“Semangat ini harus terus kita rawat dan jaga. Sekali kendor, grafik kedisiplinan kita biasanya akan menurun. Majelis ini adalah ajang mengisi ulang energi spiritual (recharge) dan ruang belajar agar kader tetap berada di koridor kebaikan,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Tommy menilai, menjelang usia satu abad Gerakan Pemuda Ansor, seluruh kader dituntut terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, Ansor tidak boleh terlena oleh romantisme kejayaan masa lalu, tetapi harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas anggota Banser. Menurutnya, Banser tidak hanya berperan sebagai petugas pengamanan dalam setiap kegiatan, tetapi juga harus menjadi kader yang memiliki bekal keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pemahaman keagamaan yang kuat.

Baca Juga:  Senjata di Balik Pena: Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Keberanian Menulis

Karena itu, kata Tommy, majelis-majelis keilmuan seperti Rijalul Ansor menjadi ruang strategis untuk membentuk kader Banser yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual dan spiritual.

Dalam menggerakkan organisasi hingga tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC), PW GP Ansor Bali memilih mengedepankan keteladanan dibanding instruksi semata.

Baca Juga:  Dedi Supriadi Cakrabuana Pimpin Ansor Bojong Purwakarta: Era Kader Pasif Selesai, Saatnya Aksi Produktif untuk Negeri

“Kita tidak perlu sibuk memaksa atau mengabsen. Yang paling penting adalah kita di tingkat wilayah memberikan contoh nyata dengan konsisten menyelenggarakan kegiatan. Semangat itu menular, dan ketika wilayah aktif, cabang serta anak cabang di daerah secara spontan akan tergerak untuk ikut mengaktifkan rutinan,” jelasnya.

Menutup arahannya, Tommy mengingatkan bahwa setiap jabatan di Ansor merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, kehadiran di tengah kader, serta komitmen menggerakkan organisasi demi kemaslahatan umat dan bangsa.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran