GUGAH – Menjadi kader organisasi tidak cukup hanya hadir saat kegiatan atau mengenakan atribut. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, kemampuan memimpin, berpikir kritis, dan mengabdi menjadi bekal yang tak bisa ditawar.
Berangkat dari kebutuhan itu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangtengah akan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan V pada 15–16 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Izzul Islam, Jalan K.H. Saleh No. 17, Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
PKD merupakan jenjang kaderisasi formal GP Ansor yang dirancang untuk membentuk kader dengan kapasitas kepemimpinan, pemahaman keislaman, wawasan kebangsaan, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat dan Nahdlatul Ulama.
Mengusung tema “Membentuk Kader Ansor yang Berilmu, Berakhlak, dan Berjiwa Kepemimpinan untuk Ummat dan Bangsa”, pelatihan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi motor perubahan di lingkungan masing-masing.
Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan. Calon peserta harus beragama Islam, berusia minimal 20 tahun, mengisi formulir pendaftaran, melampirkan fotokopi KTP dan pasfoto, sehat jasmani maupun rohani, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Selama pelatihan, peserta akan memperoleh materi kepemimpinan, penguatan ideologi organisasi, serta pembinaan karakter. Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari kaos PKD, kartu identitas peserta, konsumsi, ruang istirahat, coffee break, hingga sertifikat kelulusan bagi peserta yang dinyatakan lulus.
Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp75 ribu bagi peserta internal GP Ansor dan Rp100 ribu untuk peserta eksternal. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui panitia, yakni Sahabat M. Iya di nomor 0831-8536-8044 atau Sahabat Fariza di 0822-9505-6873.
Melalui PKD Angkatan V ini, PAC GP Ansor Karangtengah menargetkan lahirnya kader-kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan memimpin, dan kesiapan mengabdi bagi umat, bangsa, serta negara.
Di tengah derasnya arus perubahan, kaderisasi menjadi investasi jangka panjang organisasi. Sebab, organisasi yang besar bukan ditentukan oleh banyaknya anggota, melainkan oleh kualitas kader yang mampu hadir, bekerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.***



Tinggalkan Balasan