IHSG Diprediksi Bergerak Sideways, Ini Enam Saham Pilihan Phintraco Sekuritas

|

GUGAH – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi sepanjang pekan ini. Beragam sentimen global maupun domestik dinilai masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham Indonesia.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 5.800, pivot 5.900, dan resistance 6.000. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar masih menunggu katalis baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Dalam rekomendasi perdagangan pekan ini, perusahaan sekuritas tersebut menempatkan sejumlah saham unggulan yang dinilai menarik untuk dicermati investor. Emiten yang masuk dalam daftar pilihan meliputi ADRO, ADMR, BRMS, INCO, ARCI, dan SRTG.

Dari pasar global, penguatan indeks-indeks utama di Wall Street pada akhir pekan lalu menjadi salah satu sentimen positif. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh reli saham-saham sektor teknologi setelah perusahaan produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, sukses mencatatkan penawaran umum perdana (IPO) senilai US$26,5 miliar di Nasdaq.

Baca Juga:  Harga HP Terancam Naik, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Nilai tersebut menjadi salah satu IPO terbesar yang dilakukan perusahaan non-Amerika Serikat di bursa tersebut dan dinilai meningkatkan optimisme investor terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

“Hal ini mengindikasikan minat investor yang kembali meningkat terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi besar,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (13/7/2026).

Di sisi lain, pasar komoditas juga menunjukkan dinamika yang berbeda. Harga minyak mentah menguat secara mingguan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Sebaliknya, harga emas mengalami tekanan karena pasar mulai mengantisipasi potensi kenaikan inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Menurut Phintraco Sekuritas, perhatian investor dalam beberapa hari ke depan akan tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama dampaknya terhadap distribusi minyak dunia. Selain itu, musim laporan keuangan kuartal II 2026 di Amerika Serikat juga mulai bergulir dan diperkirakan menjadi penentu sentimen pasar global.

Baca Juga:  IHSG Berpotensi Sideways, BNI Sekuritas Rekomendasikan Enam Saham Pilihan

Investor juga menantikan testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR Amerika Serikat pada 14 Juli serta Komite Perbankan Senat sehari berikutnya. Pernyataan tersebut diperkirakan memberi sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

Sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar, di antaranya data inflasi konsumen (CPI), indeks sentimen konsumen Michigan, penjualan ritel, hingga perkembangan sektor perumahan.

Sementara itu, dari China, pelaku pasar menunggu publikasi produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2026, neraca perdagangan, produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, serta data harga properti.

Baca Juga:  IHSG Berbalik Menguat, Melonjak 7 Persen Setelah Ambruk Sehari Sebelumnya

Di dalam negeri, investor akan mencermati pelaksanaan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 dengan target indikatif Rp10 triliun.

“Dana hasil lelang tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2026,” tambah Phintraco Sekuritas.

Selain itu, Bank Indonesia juga akan merilis Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Mei 2026 yang memberikan gambaran mengenai posisi utang pemerintah dan swasta serta kondisi ketahanan eksternal nasional.

Pasar juga masih menunggu hasil tinjauan peringkat utang (sovereign rating review) Indonesia oleh S&P Global Ratings yang dijadwalkan diumumkan pada 24 Juli 2026.

Dengan berbagai agenda ekonomi tersebut, Phintraco Sekuritas menilai ruang gerak IHSG masih terbatas pada pekan ini.

“Dengan sejumlah sentimen tersebut, IHSG pekan ini diperkirakan masih bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000 pada pekan ini,” tambah Phintraco Sekuritas.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran