PC IPNU Kota Bandung dan Dispora Gelar Bandung Student Resilience Forum

|

GUGAH – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bandung bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung menggelar Bandung Student Resilience Forum di Hotel California Bandung, Sabtu (4/7/2026).

Forum tersebut diikuti perwakilan pelajar, santri, akademisi, serta unsur pemerintah sebagai upaya memperkuat ketahanan pelajar dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Mengusung tema “Membangun Resiliensi Pelajar melalui Kepemimpinan, Literasi, Kesehatan Mental, dan Partisipasi Sosial Menuju Bandung Utama”, kegiatan ini membahas pentingnya penguatan karakter, kepemimpinan, literasi, kesehatan mental, serta kepedulian sosial agar pelajar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di era digital.

Ketua PC IPNU Kota Bandung, Muhammad Hilman Pradestian, mengatakan forum tersebut merupakan ikhtiar organisasi dalam membangun daya tahan pelajar agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

“Bandung Student Resilience Forum kami hadirkan sebagai ikhtiar nyata untuk memperkuat daya tahan pelajar dalam menghadapi tantangan zaman. Hari ini pelajar tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, literasi yang baik, kesehatan mental yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Hilman.

Baca Juga:  Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Curug Cileat Subang dalam Kondisi Tewas

Menurutnya, pembinaan generasi pelajar tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, forum tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pelajar, pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.

“Melalui forum ini, PC IPNU Kota Bandung ingin membangun ruang kolaborasi antara pelajar, pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat. Kami meyakini bahwa membangun generasi pelajar tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi bersama agar lahir pelajar yang tangguh, adaptif, dan siap menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Hilman berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata yang diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Baca Juga:  PAD Purwakarta Terpuruk di Triwulan Kedua, Sinyal Kuat Kegagalan Kinerja Pendapatan Daerah?

“Kami berharap Bandung Student Resilience Forum tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang melahirkan gagasan, jejaring, dan aksi nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Inilah komitmen PC IPNU Kota Bandung untuk terus menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan pelajar sekaligus mendukung terwujudnya Bandung Utama dan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Majelis Alumni IPNU Kota Bandung, Muhammad Miqdam, menyoroti pentingnya transformasi pendidikan Islam agar mampu menjawab perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.

Ia mengajak kader IPNU untuk memberi perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan Islam, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama, hingga pondok pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga:  Nobar Persib vs Persijap Siap Digelar di Garut, Viking Distrik Ajak Bobotoh Birukan SOR Adiwijaya

Meski demikian, Miqdam menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis identitas pelajar Nahdlatul Ulama sebagai santri yang menjunjung tinggi adab dan tradisi keilmuan pesantren.

“Insan pelajar IPNU Kota Bandung harus mampu beradaptasi dengan kecanggihan teknologi seperti AI dan sejenisnya, namun sama sekali tidak boleh menghilangkan budaya asli IPNU atau pelajar Nahdlatul Ulama sebagai santri. Walaupun bertransformasi menjadi pelajar modern, adab kepada para kiai harus tetap dipertahankan nomor satu, dan jangan pernah meninggalkan budaya kepesantrenan seperti mengaji kitab kuning, menghadiri pengajian bulanan, serta tradisi luhur lainnya,” pungkas Muhammad Miqdam.

Melalui forum tersebut, PC IPNU Kota Bandung berharap lahir berbagai gagasan dan kolaborasi yang dapat memperkuat ketahanan pelajar sehingga mampu menjadi generasi yang adaptif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran