GUGAH – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, kembali menorehkan prestasi di bidang pertanian. Melalui kelompok pertaniannya, GP Ansor PAC Langkaplancar berhasil masuk dalam 12 besar ide inovasi terbaik pada ajang Young Cool Farmer Challenge (YCFC) Season 2, kompetisi inovasi pemuda yang berfokus pada pengembangan pertanian tangguh iklim.
Kompetisi yang dimulai sejak 1 Mei 2026 itu merupakan bagian dari program Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) yang diinisiasi oleh Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI), Motivator Pembangunan Masyarakat Berkelanjutan (Motivator PENAMAS), Humboldt Universität zu Berlin, Seminar for Rural Development (SLE Foundation), serta didukung oleh International Climate Initiative (IKI).
YCFC menjadi wadah bagi petani muda untuk mengembangkan inovasi pertanian yang ramah iklim, berorientasi bisnis, serta mendukung penerapan net zero farming melalui pengurangan emisi karbon dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Dalam kompetisi tersebut, kelompok pertanian GP Ansor PAC Langkaplancar mengusung inovasi pengolahan limbah peternakan dan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang diperkaya biochar dari sekam padi. Gagasan tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.
Koordinator Kelompok Pertanian GP Ansor PAC Langkaplancar, Angga Priatna, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya limbah pertanian dan peternakan yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami melihat limbah peternakan dan limbah pertanian di desa masih banyak yang belum dimanfaatkan sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Karena itu kami mencoba menghadirkan solusi melalui pengolahan limbah menjadi pupuk organik yang diperkaya biochar sekam padi agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ujar Angga Priatna, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga menerapkan prinsip pertanian rendah emisi sebagai upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.
Menurut Angga, inovasi tersebut sejalan dengan program ketahanan pangan yang terus dikembangkan GP Ansor, sekaligus menjadi implementasi ajaran Islam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41.
Keberhasilan lolos ke tahap berikutnya menjadi capaian yang membanggakan bagi kelompoknya.
“Alhamdulillah, kelompok kami berhasil masuk nominasi 12 kelompok dengan ide inovasi terbaik dari total 26 peserta dari seluruh Indonesia. Kami juga menjadi satu-satunya kelompok dari Kabupaten Pangandaran yang lolos pada YCFC Season 2. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Atas pencapaian tersebut, GP Ansor PAC Langkaplancar berhak memperoleh pendampingan lanjutan serta dukungan dana riset dari penyelenggara untuk mengembangkan inovasi tersebut hingga siap diterapkan di masyarakat.
“Langkah selanjutnya adalah melakukan riset dan implementasi lebih lanjut agar produk pupuk organik yang kami kembangkan benar-benar memiliki kualitas yang baik, teruji secara mutu, dan layak secara bisnis sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh para petani,” jelas Angga.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Angga juga mengajak kader GP Ansor di seluruh Indonesia untuk terus mengambil peran dalam pengembangan sektor pertanian.
“Kami berharap semakin banyak kader Ansor yang berani berinovasi di bidang pertanian. Potensi desa sangat besar jika dikelola dengan baik. Semoga inovasi-inovasi seperti ini dapat memperkuat ekonomi warga Nahdliyin, meningkatkan ketahanan pangan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Keberhasilan GP Ansor PAC Langkaplancar menjadi salah satu dari 12 kelompok terbaik dalam Young Cool Farmer Challenge Season 2 menunjukkan bahwa kader muda Nahdlatul Ulama mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan dan pertanian. Melalui kolaborasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, Ansor terus menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua GP Ansor PAC Langkaplancar, Yusuf Sidik Cuple, turut mengapresiasi capaian kelompok pertanian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menembus 12 besar menjadi bukti bahwa kader Ansor mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya di bidang keagamaan dan sosial, tetapi juga dalam pengembangan pertanian dan pelestarian lingkungan.
“Saya mengucapkan selamat kepada sahabat-sahabat kelompok pertanian GP Ansor PAC Langkaplancar yang telah berhasil masuk 12 besar Young Cool Farmer Challenge Season 2. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Ansor, khususnya di Langkaplancar dan Kabupaten Pangandaran. Semoga menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar,” ujar Yusuf Sidik Cuple.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kader Ansor untuk terus berkarya dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan pernah berhenti berproses dan berkarya. Ansor harus hadir sebagai organisasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya mengajak seluruh kader Ansor untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berani melahirkan inovasi-inovasi baru demi kemajuan umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
Yusuf menegaskan, PAC GP Ansor Langkaplancar akan terus mendukung kader-kader yang memiliki semangat berinovasi di berbagai bidang. Menurutnya, keberhasilan kader merupakan keberhasilan organisasi yang harus terus didorong agar melahirkan lebih banyak inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***



Tinggalkan Balasan