LKKNU Jabar Perkuat Konsep Keluarga Maslahah Hadapi Tantangan Zaman

|

GUGAH  – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PWNU Jawa Barat memperkuat kapasitas layanan konsultasi keluarga melalui penguatan konsep Keluarga Maslahah sebagai upaya menjawab berbagai persoalan keluarga yang semakin kompleks di tengah perkembangan zaman.

Penguatan tersebut menjadi fokus dalam Workshop Layanan Konsultasi Keluarga yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LKKNU Jawa Barat di Gedung PWNU Jawa Barat, Bandung, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini diikuti 22 pengurus cabang LKKNU se-Jawa Barat dan merupakan kolaborasi LKKNU PWNU Jawa Barat dengan LKK PBNU.

Ketua LKKNU PWNU Jawa Barat, Hj. Lilis Santika Annuur, mengatakan konsep Keluarga Maslahah menjadi pendekatan yang relevan dalam menghadapi meningkatnya persoalan keluarga, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan pengasuhan, kemerosotan moral, hingga tantangan perkembangan teknologi digital.

Baca Juga:  Menuju Muktamar ke-35 NU, Kiai Nuh Addawami dan Kiai Said Aqil Siroj Masuk Bursa Kandidat Anggota AHWA

Sementara itu, Sekretaris LKK PBNU, Ai Maryati Sholihah, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber untuk memberikan penguatan mengenai layanan konsultasi keluarga dan pengembangan kapasitas kader LKKNU.

Menurut Lilis, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban. Karena itu, keluarga tidak hanya diarahkan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, tetapi juga harus mampu menghadirkan kemanfaatan bagi seluruh anggota keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Konsep Keluarga Maslahah dibangun di atas nilai-nilai Islam, seperti mitsaqan ghalizhan (ikatan pernikahan yang kokoh), zawaj (berpasangan), mu’asyarah bil ma’ruf (hubungan keluarga yang penuh kebaikan, penghormatan, dan tanggung jawab), taradhin (saling merelakan), serta musyawarah. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam membentuk keluarga yang harmonis, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman.

Baca Juga:  Ketua PWNU Jabar Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

Selain memperkuat konsep ketahanan keluarga, workshop juga memberikan pembekalan mengenai pola pengasuhan anak. Peserta mendapatkan materi bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk karakter generasi penerus. Mengingat banyak kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan terdekat, pola asuh perlu dibangun dengan prinsip kasih sayang (rahmah), penghormatan terhadap fitrah dan keunikan anak, keteladanan (uswah hasanah), serta kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Baca Juga:  Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentu Idul Adha 2026 Hari Ini, Simak Bocoran Ketinggian Hilal Terbaru

Perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian dalam workshop tersebut. Orang tua didorong tidak hanya melakukan pengawasan terhadap penggunaan teknologi, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat, memberikan teladan, serta menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak sejak dini agar anak memiliki ketahanan moral dalam menghadapi perubahan zaman.

Melalui kegiatan ini, LKKNU PWNU Jawa Barat menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas layanan konsultasi keluarga hingga ke tingkat cabang dan masyarakat. Penguatan kapasitas kader diharapkan dapat melahirkan pendamping keluarga yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan keluarga di Jawa Barat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran