Momentum 10 Muharram, KBNU Tegalwaru Purwakarta Santuni Anak Yatim

|

GUGAH – Momentum 10 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Tegalwaru untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Melalui koordinasi LAZISNU Kecamatan Tegalwaru, santunan disalurkan kepada anak-anak yatim di berbagai desa sebagai bentuk nyata hadirnya organisasi keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (26/6) itu bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi wujud gotong royong warga Nahdlatul Ulama dalam mengelola amanah umat melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tepat sasaran dan memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Ketua LAZISNU Kecamatan Tegalwaru, Ahmad Saepudin, mengatakan momentum 10 Muharram menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak cukup diwujudkan melalui seremonial, melainkan harus menjadi gerakan sosial yang terus dirawat.

Baca Juga:  APH Perlu Waspada, Dominasi Pengadaan Langsung dan Kejanggalan PDN Jadi Cikal Bakal Korupsi di Purwakarta

“Santunan anak yatim pada 10 Muharram merupakan momentum untuk menguatkan kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZISNU Kecamatan Tegalwaru. Semoga menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi semua,” ujar Ahmad Saepudin.

Ia menjelaskan, LAZISNU berperan mengoordinasikan penghimpunan sekaligus penyaluran santunan agar bantuan dari para donatur dapat diterima secara merata oleh anak-anak yatim yang berhak di wilayah Kecamatan Tegalwaru.

Baca Juga:  MUI Garut: Tegakkan Hukum, Lindungi Korban, Jaga Marwah Pesantren

Pelaksanaan kegiatan melibatkan seluruh unsur Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, mulai dari MWCNU, ranting-ranting NU, badan otonom, lembaga-lembaga NU, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi melalui infak dan sedekah. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagi KBNU Tegalwaru, peringatan 10 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat budaya berbagi, menumbuhkan empati, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Promosikan Haji Ilegal di Makkah, Tiga WNI Ditangkap Aparat Arab Saudi

LAZISNU Kecamatan Tegalwaru juga menegaskan komitmennya untuk terus mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan tata kelola yang baik, kepercayaan para muzaki diharapkan semakin meningkat sehingga manfaat yang diterima para mustahik pun semakin luas.

Melalui kegiatan ini, KBNU Kecamatan Tegalwaru kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui program-program sosial, keagamaan, dan pemberdayaan umat, sekaligus membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kepedulian di tengah masyarakat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran