GUGAH – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut terus memperkuat konsolidasi organisasi dengan mengukuhkan kepengurusan Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Garut. Prosesi pelantikan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Biru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani, didampingi Sekretaris PCNU Kabupaten Garut, Dr. H. Aceng Hilman Umar Basori. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU, badan otonom (Banom), para ketua lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Garut, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut.
Selain melantik kepengurusan RMI NU tingkat kabupaten, PCNU Garut juga mengukuhkan enam Koordinator Wilayah (Korwil) serta koordinator RMI NU di 42 kecamatan se-Kabupaten Garut. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan jaringan kelembagaan pesantren hingga tingkat kecamatan agar koordinasi dan pelayanan organisasi semakin efektif.
Dalam sambutannya, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa amanah kepengurusan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan bentuk pengabdian kepada organisasi, umat, dan para ulama yang telah mewariskan perjuangan Nahdlatul Ulama.
Ia meminta seluruh pengurus menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara sungguh-sungguh sesuai dengan garis perjuangan Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, kaderisasi, pemberdayaan masyarakat, serta penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Pengurus harus menjadi teladan dalam menjaga nama baik ulama, pesantren, santri, dan marwah Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Setiap langkah dan keputusan hendaknya selalu berorientasi pada kemaslahatan umat serta membawa nama baik organisasi,” tegas KH. Amin.
Menurutnya, menjaga marwah Jam’iyah NU tidak cukup hanya melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, akhlak, loyalitas, integritas, dan tanggung jawab setiap pengurus dalam menjalankan khidmat organisasi.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi PCNU Kabupaten Garut untuk memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus memperkokoh eksistensi pesantren sebagai basis kaderisasi ulama, pendidikan keagamaan, dan penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Garut.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru hingga tingkat wilayah dan kecamatan, RMI NU Kabupaten Garut diharapkan mampu menjalankan program-program organisasi secara lebih terstruktur, efektif, dan menjangkau seluruh pesantren Nahdlatul Ulama di Kabupaten Garut. Kehadiran kepengurusan yang solid juga diharapkan semakin memperkuat kontribusi pesantren dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan keagamaan di tengah masyarakat.***



Tinggalkan Balasan