GUGAH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, resmi dilantik untuk Masa Khidmat 2026–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Salaman Fauzan Tiga, Minggu (14/6/2026).
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) itu menjadi titik awal penyusunan arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan. Mengusung tema “Berdaya Berdampak: Tradisi Terjaga, Inovasi Bergerak, Kolaborasi Menguat”, Fatayat NU Sukaresmi menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus menghadirkan inovasi dalam pemberdayaan perempuan.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Ponpes Salaman Fauzan Tiga, jajaran MWC NU Kecamatan Sukaresmi, pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Garut, pembina dan dewan kehormatan PAC Fatayat NU Sukaresmi, unsur Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Sukaresmi, perwakilan Puskesmas Sukamulya, badan otonom NU, pengurus ranting dan anak ranting Fatayat NU, serta tamu undangan lainnya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Garut, Dr. Hj. Ernawati Siti Syaja’ah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Fatayat NU harus hadir sebagai organisasi perempuan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program yang menyentuh kebutuhan riil umat.
Menurut Ernawati, perempuan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pendidikan keluarga, kesehatan reproduksi, penguatan ekonomi rumah tangga, perlindungan perempuan dan anak, hingga perkembangan teknologi digital yang menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Fatayat NU tidak boleh hanya menjadi organisasi yang aktif secara administratif, tetapi harus menjadi organisasi yang hidup, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengurus yang hari ini dilantik harus mampu menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas kehidupan perempuan, keluarga, dan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mendorong kepengurusan baru untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan agar gerakan Fatayat semakin luas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Ernawati berharap Fatayat NU Sukaresmi mampu melahirkan kader-kader perempuan Nahdliyin yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang adaptif, memiliki kepedulian sosial, serta siap menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Sukaresmi Masa Khidmat 2026–2030, Lulu Fatmah Mauludah, S.Pd., menegaskan bahwa pelantikan merupakan awal dari amanah besar untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui gerakan perempuan yang produktif, inklusif, dan solutif.
Menurutnya, tema yang diusung menjadi arah perjuangan organisasi, yakni menjaga tradisi ke-NU-an yang telah diwariskan para ulama, sekaligus membuka ruang inovasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin Fatayat NU Sukaresmi menjadi rumah bersama bagi perempuan muda Nahdliyin untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Tradisi harus tetap dijaga, tetapi inovasi juga harus terus bergerak agar organisasi mampu menjawab kebutuhan zaman,” katanya.
Lulu menjelaskan, kepengurusan yang baru akan memprioritaskan sejumlah program strategis, di antaranya penguatan kaderisasi, pendidikan keluarga, kesehatan perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi anggota, peningkatan literasi digital, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan maupun desa.
Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan dalam Rapat Kerja Anak Cabang yang digelar usai pelantikan. Seluruh pengurus menyusun program kerja prioritas sebagai pedoman organisasi selama lima tahun ke depan, dengan harapan setiap kegiatan yang dijalankan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kepengurusan baru ini, Fatayat NU Sukaresmi menegaskan perannya sebagai wadah pengembangan perempuan muda Nahdliyin yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta penguatan peran perempuan di ruang publik.***



Tinggalkan Balasan