Dulu Sebut Rupiah Rp14.000 Bukti Kegagalan Pemerintah, Kini Dolar Tembus Rp18.000, Cuitan Lama Gerindra Dibongkar Lagi

|

GUGAH — Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), publik kembali menyoroti jejak digital Partai Gerindra saat masih berada di luar pemerintahan.

Berdasarkan data perdagangan Selasa (9/6/2026) nilai tukar dolar AS berada di level Rp18.172,99 per dolar AS. Angka tersebut memang turun tipis 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, namun masih berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini membuat sejumlah warganet kembali mengunggah cuitan lama akun resmi Partai Gerindra yang pernah mengkritik pelemahan rupiah pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada Agustus 2015, ketika nilai tukar rupiah mendekati Rp14.000 per dolar AS, akun resmi Gerindra menyebut kondisi tersebut sebagai tanda kegagalan pemerintah dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam unggahan yang kini kembali viral itu, Gerindra menuliskan:

Baca Juga:  Harga HP Terancam Naik, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

“Dolar Hampir Rp14.000, Tanda Kegagalan Pemerintah Pertahankan Momentum Pertumbuhan Indonesia.”

Unggahan tersebut dipublikasikan pada 14 Agustus 2015 dan kembali ramai dibahas di berbagai platform media sosial setelah rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Tak hanya unggahan tersebut, pernyataan sejumlah elite Gerindra pada masa itu juga kembali diungkit. Salah satunya Wakil Ketua Umum Gerindra saat itu, Ferry Juliantono, yang pernah menyatakan bahwa apabila rupiah mencapai Rp15.000 per dolar AS, kondisi tersebut dapat menjadi indikator serius kegagalan pengelolaan ekonomi nasional.

Perbandingan antara pernyataan masa lalu dan kondisi saat ini pun memunculkan berbagai respons dari publik. Sebagian mempertanyakan konsistensi sikap politik terhadap isu ekonomi, sementara sebagian lainnya menilai kondisi ekonomi global saat ini jauh berbeda dibanding satu dekade lalu.

Baca Juga:  Mengingat Kembali Peringatan Faisal Basri, Rupiah Sudah Tembus Rp18.000

Ramainya pembahasan mengenai cuitan lama tersebut juga mengingatkan publik pada masa ketika akun media sosial Gerindra dikenal sangat aktif dan dekat dengan warganet.

Beberapa tahun lalu, akun resmi Gerindra sempat menjadi fenomena di media sosial karena gaya komunikasinya yang santai, humoris, dan kerap membalas komentar netizen dengan candaan yang menghibur. Bahkan, akun tersebut pernah dijuluki sebagai “teman curhat netizen” karena responsnya yang dianggap kreatif dan tidak kaku layaknya akun partai politik pada umumnya.

Popularitas admin media sosial Gerindra kala itu sempat memancing reaksi dari berbagai kalangan, termasuk komika Ernest Prakasa.

“Si admin di kehidupan nyata pasti kaga punya temen makanya jadi sok asik gini,” tulis Ernest dalam salah satu komentarnya di media sosial.

Baca Juga:  Soal Pengadaan Sepatu Seharga Rp700 Ribu Per Pasang, Agus Jabo: Tidak Boleh Ada yang Mengganggu

Komentar tersebut justru memicu perdebatan. Banyak pengguna media sosial saat itu membela akun Gerindra dan menilai gaya komunikasi yang digunakan berhasil membuat akun partai politik terasa lebih dekat dengan masyarakat.

Kini, suasana itu dinilai sudah jauh berbeda. Aktivitas akun media sosial Gerindra tidak lagi seramai beberapa tahun lalu ketika hampir setiap unggahannya menjadi perbincangan publik. Namun, jejak digital berupa kritik-kritik lama terhadap kondisi ekonomi masih kerap muncul kembali, terutama ketika situasi saat ini dianggap memiliki kemiripan dengan kondisi yang pernah dikritik sebelumnya.

Dengan dolar AS yang kini berada di kisaran Rp18.172 per dolar, unggahan lama Gerindra tersebut kembali menjadi bahan diskusi publik mengenai konsistensi narasi politik dan pandangan terhadap kondisi ekonomi nasional.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran