GUGAH – Politik tidak seharusnya dipahami hanya sebagai arena perebutan jabatan dan kekuasaan. Lebih dari itu, politik merupakan instrumen penting untuk menghadirkan perubahan sosial, memperjuangkan keadilan, dan mengabdi kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Ketua DPD Barisan Muda (BM) PAN Kota Bandung, Wahid Amar, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Politik yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, Rabu (3/6/2026).
Di hadapan mahasiswa dari berbagai program studi, Wahid mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap dinamika politik dan kebijakan publik yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap keputusan politik yang dihasilkan pemerintah maupun lembaga negara akan berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga kesejahteraan sosial.
“Mahasiswa dan pemuda harus menjadi kelompok yang melek politik. Sebab setiap kebijakan publik lahir dari proses politik dan akan memengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Wahid menilai, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai demokrasi. Karena itu, kemampuan berpikir kritis dan literasi politik harus terus diperkuat agar generasi muda mampu mengawal arah pembangunan bangsa.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga supremasi sipil dalam kehidupan demokrasi, serta mendorong keterlibatan aktif kaum muda dalam berbagai ruang partisipasi publik.
“Jangan hanya menjadi penonton. Mahasiswa harus hadir dalam ruang diskusi, advokasi, maupun kegiatan sosial sebagai bentuk partisipasi politik yang konstruktif,” katanya.
Kegiatan Sekolah Politik tersebut berlangsung interaktif. Selain pemaparan materi, peserta juga terlibat dalam diskusi terbuka mengenai dasar-dasar politik, gerakan sosial, partisipasi publik, hingga tantangan demokrasi di era digital.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan gagasan yang muncul selama forum berlangsung. Berbagai isu mulai dari peran pemuda dalam politik, kualitas demokrasi, hingga tantangan kepemimpinan masa depan menjadi topik yang hangat dibahas.
Melalui kegiatan ini, BEM FISIP UNPAS berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kesadaran politik yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk terlibat dalam proses pembangunan bangsa.
“Politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang bagaimana menghadirkan kemaslahatan, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegas Wahid.***



Tinggalkan Balasan