GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama, Selasa (2/6/2026), dengan penguatan signifikan. Indeks melesat 91,48 poin atau 1,49 persen ke level 6.218, melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak pembukaan pasar pagi hari.
Berdasarkan data RTI Business, sepanjang sesi I IHSG bergerak di zona hijau dengan rentang perdagangan antara 6.161 hingga 6.264. Kenaikan indeks ditopang oleh menguatnya mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebanyak 336 saham tercatat menguat, sementara 316 saham melemah dan 164 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai. Hingga pukul 12.00 WIB, nilai transaksi mencapai Rp14,84 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18,85 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,56 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp10.961 triliun.
Meski IHSG menguat tajam, investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar domestik. Sepanjang sesi pertama, investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp8,52 triliun.
Dari jumlah tersebut, net sell di pasar reguler mencapai Rp8,36 triliun, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat sebesar Rp159,59 miliar.
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih memiliki peran dominan dari sisi nilai transaksi. Dari total transaksi sekitar Rp67,9 triliun, investor asing menyumbang 67,63 persen, jauh di atas kontribusi investor domestik.
Investor asing tercatat melakukan pembelian saham senilai Rp29,7 triliun dan penjualan Rp38,2 triliun, sehingga menghasilkan aksi jual bersih dalam jumlah besar.
Sementara itu, investor domestik justru menjadi penopang pasar dengan membukukan nilai beli sebesar Rp20,5 triliun dan nilai jual Rp12 triliun.
Dari sisi volume, investor domestik berkontribusi sebesar 52,08 persen dari total 47,2 miliar saham yang diperdagangkan. Adapun investor asing menyumbang 47,92 persen.
Frekuensi transaksi selama sesi pertama mencapai 2,37 juta kali, dengan investor domestik mendominasi 73,24 persen aktivitas transaksi, sementara investor asing berkontribusi 26,76 persen.
Penguatan IHSG di tengah derasnya aksi jual investor asing menunjukkan minat beli investor domestik masih cukup kuat untuk menopang pergerakan pasar. Kondisi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa sentimen positif masih membayangi perdagangan saham domestik meski tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda.***


Tinggalkan Balasan