JAKARTA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah kolaborasi inklusif yang mampu melahirkan ratusan pengusaha muslim baru di berbagai daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor-sektor riil.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum/Ketua Harian MES, Ferry Juliantono, dalam acara Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia (SELF 2026) yang digelar di Jakarta.
“Jika Bapak Presiden sering menyampaikan ada ‘9 Naga’, maka harus ada juga ‘9 Haji’. Kalau perlu jangan hanya 9, tapi 90 atau 900 ‘Haji’ (pengusaha muslim) yang dilahirkan dari Masyarakat Ekonomi Syariah,” ujar Ferry dalam pidatonya, dikutip pada Selasa (26/5/2026).
Ferry menjelaskan bahwa MES kini harus bertransformasi menjadi ruang kolaborasi yang inklusif. Wadah ini diharapkan mampu mempertemukan berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas dan gerakan masyarakat dalam satu derap langkah yang sama.
Menurutnya, masa depan ekonomi syariah Indonesia akan jauh lebih kuat jika mampu mengoptimalkan seluruh sumber daya yang telah tersedia di berbagai lembaga keuangan syariah. Sumber daya tersebut harus diejawantahkan ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung di tengah masyarakat.
“Perjuangan MES pada fase ini adalah masuk ke sektor-sektor riil dan menciptakan pengusaha-pengusaha muslim di seluruh daerah,” tambah Ferry di hadapan para peserta forum.
Acara SELF 2026 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, serta para pelaku industri halal. Melalui forum ini, MES berharap akselerasi ekosistem ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan (finance), melainkan juga menyentuh penguatan produk lokal, UMKM, dan pemangku kepentingan di tingkat daerah demi kemandirian ekonomi nasional.***



Tinggalkan Balasan