Anak PNS Kemenag Tembus Skuad Borneo FC, Alfharezzi Buffon Bawa Nafas Pendidikan Islam ke Lapangan Hijau

JAKARTA – Nama pesepak bola nasional Muhammad Alfharezzi Buffon kini tengah naik daun dan menjadi buah bibir dalam pentas olahraga tanah air.

Dikutip dari laman Kemenag, bek andalan klub Borneo FC Samarinda tersebut ternyata lahir dari rahim seorang ibu yang bekerja sebagai abdi negara.

Alfharezzi merupakan putra kandung dari Nailul Hidayah Syarkoni, pegawai berdedikasi tinggi di Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag RI.

Di balik ketangguhan jersey Borneo FC yang ia kenakan, ada doa luar biasa dari sang ibu yang sehari-hari merumuskan kebijakan pendidikan Islam nasional.

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Paparkan Formula 3M dan Fondasi Ekosistem Pendidikan Terintegrasi

Nailul konsisten membagi energinya antara tumpukan berkas kantor di Jakarta dan sujud panjang demi mengawal karier sepak bola sang anak.

“Saya bilang ke teman-teman di kantor bahwa anak saya main bola dengan semua suka dukanya. Saya merasa, saya membutuhkan doa dan dukungan dari lingkungan saya. Saya hanya terus bekerja dan terus berdoa,” ujar Nailul Hidayah Syarkoni, Pegawai Direktorat PAI, Kemenag RI.

Perjalanan karier pemain yang akrab disapa Ezzi ini tidak instan, melainkan tumbuh melalui tempaan kompetisi usia muda yang sangat ketat.

Ia merangkak dari lapangan kecil terpencil, melewati fase cedera parah, hingga sempat didera keraguan besar sebelum menembus kompetisi Liga 1.

Baca Juga:  PWI Pusat Tuntut Wartawan Internalisasi Kode Etik Demi Jaga Marwah Pers Nasional

Sang ibu menggunakan gaji PNS secara bijak demi membiayai latihan Ezzi dan selalu menguatkan mentalnya lewat pesan singkat penuh motivasi.

Kerja keras tersebut terbayar lunas setelah Ezzi berhasil menembus skuad utama Borneo FC dan mendapat panggilan membela tim nasional Indonesia.

“Anak-anak kami bukan hanya belajar di kelas. Mereka belajar dari cara kami bekerja, dari cara kami tidak menyerah. Ezzi belajar dari lapangan, tapi juga dari meja kerja saya,” urai Nailul bangga.

Baca Juga:  Efisiensi Makan Bergizi Gratis: Anggaran Cair Rp55 T, Diklaim Dongkrak Ekonomi RI

Meski sibuk berkarier sebagai atlet profesional, Ezzi tetap memprioritaskan pendidikan tinggi demi masa depan yang seimbang setelah gantung sepatu nanti.

Saat ini, Ezzi tercatat aktif menempuh perkuliahan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon.

Nailul sengaja memilih kampus berlambang bola dunia tersebut agar sang anak bisa memperkuat ilmu agama dan menjadi pesepak bola yang saleh.

Kisah Ezzi menjadi bukti nyata bagaimana mimpi anak seorang pelayan publik mampu melesat tinggi mengharumkan nama daerah di level nasional.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran