BANDUNG – Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Jawa Barat menggelar pengamatan hilal awal Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Acara berlangsung di Masjid Observatorium Albiruni Unisba Bandung pada hari Minggu (17/5/2026).
BHRD Jawa Barat bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait lainnya.
Data BHRD menunjukkan konjungsi geosentris atau ijtimak terjadi pada Ahad dini hari pukul 03.01 WIB.
Matahari akan terbenam pukul 17.43 WIB sebagai penanda awal mula pengamatan hilal dimulai.
Tinggi hilal toposentris saat matahari terbenam nanti sore mencapai posisi plus 3 derajat 48 menit.
Posisi hilal tersebut berada di sebelah utara atau bagian kanan dari posisi matahari terbenam.
BHRD memproyeksikan hilal akan berada di atas ufuk selama kurang lebih sembilan belas menit.
Sebab, hilal baru akan terbenam secara penuh pada pukul 18.02 WIB nanti malam.
Sekretaris BHRD Jawa Barat, Encep Abdul Rojak, menyampaikan optimisme tinggi terkait hasil pemantauan ini.
Kriteria visibilitas baru MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Melalui rilis resmi, jarak sudut lengkung bulan dari matahari atau elongasi kini mencapai 10 derajat.
Masyarakat kini menunggu hasil resmi sidang isbat Kementerian Agama untuk penentuan Idul Adha 2026.***



Tinggalkan Balasan