IPNU IPPNU Maniis Suntik Sistem Operasi Aswaja ke Jantung Pengurus OSIS

PURWAKARTA – Arus deras radikalisme dan liberalisme di jagat maya kini mengancam masa depan mentalitas generasi muda di pelosok daerah.

Bergerak taktis, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Maniis, Purwakarta menggelar forum “Ngaji Aswaja” untuk membentengi ideologi para pelajar tangguh.

Agenda ini menyedot perhatian besar ratusan pelajar NU serta seluruh jajaran pengurus OSIS dan MPK se-Kecamatan Maniis.

Narasumber andalan PC IPNU Purwakarta, Chandra Aditya Nurriefan, hadir langsung membakar semangat para aktivis muda yang memadati ruangan.

Baca Juga:  Advokat Pesantren Hadir di Jawa Barat, Kang Aye Siap Kawal Sengketa Wakaf hingga Cegah Kriminalisasi

Pengurus inti PC IPNU IPPNU Kabupaten Purwakarta juga ikut merapatkan barisan demi mengawal masa depan kaderisasi di akar rumput.

Chandra memaparkan secara tajam bahwa pemahaman agama yang moderat menjadi kunci utama untuk memupuk rasa cinta tanah air.

Aswaja harus bertransformasi menjadi navigasi pintar agar generasi z tidak mudah limbung oleh gempuran krisis identitas digital.

Forum ini berhasil merumuskan empat poin kunci sebagai senjata utama pelajar dalam menghadapi badai kemajuan zaman:

  • Pondasi Trilogi: Memadukan kekuatan logika iman (Akidah), kemurnian sanad ibadah (Syariat), dan kematangan mental-etika – akhlak (Tasawuf).

  • Keseimbangan 4 Pilar: Melalui Tawasuth, Tawazun, Tasamuh, dan I’tidal, pelajar NU menjadi pribadi yang moderat, seimbang antara teknologi dan spiritual, toleran terhadap perbedaan, serta tegak lurus pada keadilan.

  • Modernitas Tanpa Kehilangan Akar (Al-Muhafazhah): Pelajar NU mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman (AI, Digital, Startup) tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren karena pesantren bagian terpenting.

  • Sinergi Agama dan Bangsa: Menegaskan bahwa menjadi muslim yang taat dan warga negara yang patriotik (Hubbul Wathan) adalah satu kesatuan iman yang tak terpisahkan.

Baca Juga:  Chandra Aditya Nurriefan: Menenun Perubahan Melalui Retorika dan Pengabdian Santri

Langkah berani IPNU IPPNU Maniis ini membuktikan bahwa anak muda NU siap menguasai teknologi tanpa kehilangan identitas santri.

Sinergi kuat antara santri dan pengurus OSIS umum menjadi modal berharga untuk menjaga kedamaian wilayah Purwakarta ke depan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran