Gus Yahya Dihadang Sholawat di Sumenep, Kiai Sepuh Pragaan Lantang Teriak Lanjutkan Dua Periode!

SUMENEP – Halaman Kantor MWC NU Pragaan, Kabupaten Sumenep, mendadak memutih sejak Sabtu siang (16/5/2026).

Puluhan Kiai, ibu-ibu Muslimat, pasukan Ansor Banser, hingga santri kompak memadati lokasi demi mencegat rombongan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.

Lantunan sholawat badar bergemuruh hebat saat Gus Yahya menginjakkan kaki di bumi Sumenep. Suasana takzim khas kaum nahdliyin langsung menyelimuti area pertemuan.

Rombongan PBNU sebenarnya hanya melintas dalam perjalanan menuju Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk. Namun, militansi kader di akar rumput sukses mengubah rute transit tersebut menjadi momentum politik organisasi yang penuh makna.

Baca Juga:  Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid: Niat, Rukun, dan Sunnahnya

Tanpa aba-aba, Rais Syuriah MWC NU Pragaan, KH Abdul Warits Anwar, langsung menyambar mikrofon dan membakar semangat jemaah.

“Kami sangat bangga atas kehadiran Gus Yahya Ketua Umum PBNU ke kantor MWC ini. Kami minta Gus Yahya lanjutkan dua periode,” tegas kiai sepuh itu dengan suara lantang.

Pernyataan berani tersebut langsung memicu gemuruh takbir dan tepuk tangan dari ratusan kader yang memadati halaman.

Baca Juga:  Menakar Cara NU dalam Penentuan Lokasi Muktamar, PBNU Siap Gelar Pleno 21 Mei

Menanggapi todongan dukungan yang masif itu, Gus Yahya justru merespons dengan gaya khasnya yang santun, tenang, dan irit bicara.

“Selamat kepada NU Pragaan yang meresmikan NU Online, al-fatihah,” ujar Gus Yahya singkat, langsung memimpin doa bersama warga.

Meski pertemuan berjalan kilat, sinyal dukungan untuk putra almarhum KH Cholil Bisri ini dipastikan menggelinding panas menjelang Muktamar ke-35 NU pada Agustus mendatang.

Baca Juga:  Panduan Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha: Jenis, Keutamaan, dan Niatnya

Ketua MWC NU Pragaan, Kiai Hambali, membongkar alasan utama di balik beralihnya simpati total warga Madura kepada sang petahana.

“Sekranag ini dalam kepemimpinan Gus Yahya organisasi NU semakin tertata rapi, arahnya jelas dari PBNU, PWNU, PCNU sampai ranting. Jadi kami melangkah lebih mudah di masa kepemimpinan Gus Yahya ini,” pungkas Kiai Hambali menutup pembicaraan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran