Ansor Kota Bandung Ketuk Pintu Keuskupan: Den Ama Bawa Pesan Damai Kenaikan Yesus Kristus

BANDUNG – Hari besar keagamaan kembali menjadi jembatan intim untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Kota Bandung.

Wakil Ketua PC GP Ansor Kota Bandung, Muhammad Faikar, mengunjungi Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Kamis (14/5/2026).

Tokoh muda NU yang akrab menyandang sapaan Den Ama ini sengaja datang saat umat Kristiani memperingati Kenaikan Yesus Kristus.

Pihak Keuskupan Bandung menyambut hangat kehadiran rombongan Ansor sebagai bukti nyata indahnya harmoni di Kota Kembang.

Baca Juga:  Dedi Supriadi Cakrabuana Pimpin Ansor Bojong Purwakarta: Era Kader Pasif Selesai, Saatnya Aksi Produktif untuk Negeri

Den Ama memanfaatkan momentum suci ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang sedang bersukacita.

Ia memandang peringatan keagamaan ini sebagai alarm penting untuk memperkuat kembali ikatan tali persaudaraan sesama manusia.

“Toleransi bukan hanya soal membiarkan orang lain beribadah, tapi ikut merasakan sukacita atas kebahagiaan sesama saudara sebangsa. Di hari Kenaikan Yesus Kristus ini, kita diingatkan bahwa setinggi apa pun perbedaan kita, kita tetap bernaung di bawah langit yang sama,” ujar Den Ama.

Baca Juga:  Polrestabes Makassar Siagakan 1.200 Personel Amankan May Day 2026: Kedepankan Pelayanan dan Ketertiban Umum

Pemuda Ansor memikul tanggung jawab besar untuk meredam potensi gesekan sosial akibat maraknya isu intoleransi di masyarakat.

Dialog jujur dan aksi nyata di lapangan menjadi kunci utama Ansor untuk menjaga Bandung tetap ramah bagi siapa saja.

“Saling menghargai adalah fondasi. Kami di GP Ansor berkomitmen untuk terus menjadi benteng kerukunan. Jika kita bisa duduk bersama, tersenyum bersama, dan saling menghormati dalam perbedaan ritual, maka perdamaian di Kota Bandung akan tetap abadi,” tambahnya.

Baca Juga:  KOPRI PMII Garut Apresiasi Forum “Perempuan Berbicara”, Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut Nyata Pasca Diskusi

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin mengapresiasi tinggi langkah berani pemuda NU yang konsisten menjaga api toleransi ini.

Kedua tokoh agama ini sepakat memperluas kerja sama lintas iman demi menyelesaikan berbagai problem sosial warga Bandung.

Silaturahmi penuh keakraban tersebut mengirim pesan kuat bahwa perbedaan keyakinan justru memperkaya nilai kemanusiaan kita.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran