JAKARTA – Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menargetkan Indonesia mulai mengekspor listrik ke Singapura pada akhir tahun 2026.
Pandu mengungkapkan bahwa saat ini enam hingga tujuh perusahaan telah mengantongi izin bersyarat (conditional license) dari pemerintah Singapura untuk proyek strategis tersebut.
Pihak Danantara tengah melakukan pendekatan intensif guna menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan pemegang izin tersebut.
Pandu Sjahrir mengestimasi nilai proyek dari enam perusahaan tersebut mencapai angka fantastis, yakni hampir US$30 miliar.
Proyek ini menjadi salah satu inisiatif energi baru terbarukan (EBT) terbesar yang sedang berjalan di Indonesia saat ini.
“Keinginan kami memang akhir tahun ini sudah bisa menggerakkan proyek ekspor ke Singapura ini. Skalanya cukup besar,” ujar Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).
Danantara juga telah menemui jajaran pimpinan di Singapura guna membahas detail kerja sama lintas negara tersebut secara mendalam.
Presiden Prabowo Subianto rencananya akan membawa pembahasan ekspor listrik ini dalam pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Singapura pada Juni mendatang.
Langkah diplomasi ini bertujuan mempercepat realisasi proyek agar pembangunan infrastruktur pendukung segera berjalan sesuai target.
Meski fokus pada ekspor, Pandu memastikan proyek ini tidak akan mengganggu pasokan listrik untuk kebutuhan dalam negeri.
Total kapasitas ekspor ini hanya mencakup tiga gigawatt, angka yang tergolong kecil dibanding target pembangunan 100 gigawatt nasional arahan Presiden.
“Pembangunan ini juga untuk penggunaan dalam negeri. Ekspor ke Singapura hanya persentase yang sangat kecil dari total target kita,” tegas Pandu.***



Tinggalkan Balasan