BEIRUT – Serangan udara Israel di berbagai wilayah Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 51 orang dalam 24 jam terakhir, termasuk tenaga medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Eskalasi terbaru ini memperburuk situasi keamanan di Lebanon selatan di tengah rapuhnya gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut korban tewas berasal dari sejumlah wilayah yang menjadi sasaran serangan udara Israel, terutama di Lebanon selatan dan kawasan perbatasan. Selain puluhan korban jiwa, banyak warga lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran yang terus berlangsung.
Di antara korban tewas terdapat sejumlah tenaga medis dan petugas ambulans yang dilaporkan sedang melakukan operasi penyelamatan ketika serangan terjadi. Pemerintah Lebanon menuduh Israel terus menargetkan sektor kesehatan dan fasilitas sipil selama operasi militernya di negara tersebut.
Laporan media internasional menyebut serangan Israel dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan meningkatnya jumlah korban di kalangan tenaga kesehatan Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon sebelumnya menyatakan puluhan paramedis dan petugas kesehatan telah terbunuh sejak eskalasi konflik kembali memanas pada Maret 2026.
Al Jazeera melaporkan bahwa jumlah korban tewas di Lebanon sejak gencatan senjata diberlakukan pada pertengahan April telah mencapai ratusan orang. Situasi di wilayah selatan Lebanon juga semakin memburuk akibat intensitas serangan udara dan artileri yang hampir terjadi setiap hari.
Militer Israel menyatakan operasi tersebut menargetkan posisi dan infrastruktur milik kelompok Hizbullah. Namun, pemerintah Lebanon dan sejumlah organisasi kemanusiaan menilai banyak serangan justru mengenai kawasan sipil, pusat medis, hingga ambulans yang tengah mengevakuasi korban.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir di tengah meluasnya konflik regional yang juga melibatkan Iran dan sekutunya di Timur Tengah. Pertempuran lintas perbatasan terus berlangsung meski berbagai upaya diplomatik internasional dilakukan untuk mempertahankan gencatan senjata.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah organisasi hak asasi manusia sebelumnya telah memperingatkan dampak serius serangan terhadap fasilitas kesehatan dan pekerja medis di Lebanon. Serangan terhadap tenaga medis dalam konflik bersenjata dinilai melanggar hukum humaniter internasional.***



Tinggalkan Balasan