JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menggelar aksi kerja bakti massal di kawasan Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/5/2026). Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memulihkan kondisi fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Papua tersebut usai kericuhan penonton yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026).
Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, secara langsung memobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua untuk terjun ke lapangan. Aksi pembersihan ini difokuskan pada area stadion yang terdampak kerusakan ringan dan tumpukan sampah sisa insiden pasca-pertandingan play-off antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC.
Gubernur Mathius Fakhiri menegaskan bahwa kehadiran para abdi negara di Stadion Lukas Enembe bukan sekadar agenda kebersihan rutin, melainkan membawa pesan simbolis tentang persatuan dan pemulihan kondisi keamanan di Bumi Cendrawasih.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan fisik stadion, tetapi menjadi simbol persatuan dan tanggung jawab bersama untuk menjaga Papua tetap harmonis dan kondusif. Kita tunjukkan semangat gotong royong untuk merawat aset kebanggaan kita,” ujar Mathius di sela-sela kegiatan, Minggu (10/5/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan aktif ASN diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas mengenai urgensi menjaga fasilitas publik, meskipun dalam situasi emosional pasca-pertandingan olahraga.
Stadion Lukas Enembe merupakan ikon infrastruktur olahraga di Papua yang memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat. Gubernur menekankan bahwa insiden kericuhan tidak boleh merusak fungsi utama stadion sebagai wadah prestasi.
“Ini adalah momentum untuk memperkuat solidaritas masyarakat Papua pasca-insiden kemarin. Fasilitas ini harus kita rawat bersama agar tetap bersih, aman, dan nyaman untuk digunakan kembali,” katanya lagi.
Aksi kerja bakti ini dipicu oleh kerusuhan yang pecah usai laga Persipura melawan Adhyaksa FC, Sabtu (9/5/2026). Dalam pertandingan krusial tersebut, tim “Mutiara Hitam” harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1. Kekalahan tersebut memancing kekecewaan pendukung yang berujung pada aksi anarkis di area stadion.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Stadion Lukas Enembe dilaporkan telah kembali kondusif. Pembersihan sisa-sisa kerusakan material akibat kerusuhan terus dikebut agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan secara normal untuk kegiatan masyarakat lainnya.***



Tinggalkan Balasan