WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama tiga hari antara Rusia dan Ukraina. Kesepakatan krusial ini juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari kedua belah pihak di tengah tensi konflik yang masih tinggi.
“Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata selama tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Jumat (8/5/2026).
Trump menjelaskan bahwa gencatan senjata ini mewajibkan “penghentian seluruh aktivitas militer” secara total. Selain itu, poin utama dalam perjanjian ini adalah pertukaran 1.000 tahanan secara timbal balik dari masing-masing pihak.
Langkah diplomatik ini diklaim Trump sebagai hasil dari komunikasi personalnya dengan para pemimpin kedua negara. “Permintaan itu saya sampaikan langsung, dan saya sangat menghargai persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy,” ungkap Trump.
Presiden AS tersebut menyatakan harapannya agar jeda kemanusiaan ini menjadi batu pijakan menuju perdamaian permanen. “Pembicaraan terus berlanjut untuk mengakhiri konflik besar ini, yang terbesar sejak Perang Dunia II, dan kita semakin dekat menuju tujuan itu setiap hari,” tambahnya.
Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menegaskan keterbukaan dirinya untuk memfasilitasi gencatan senjata permanen. Ia bahkan menyatakan kesiapannya mengirimkan tim negosiasi khusus ke Rusia untuk mempercepat proses diplomasi.
“Isu ini adalah hal terburuk sejak Perang Dunia II. Saya ingin perang itu berakhir,” tegas Trump. “Saya telah menyelesaikan delapan hingga sembilan konflik besar, dan sekarang tampaknya kita bisa menyelesaikan yang ke-10.”
Pengumuman ini menyusul pertemuan strategis antara utusan khusus Steve Witkoff bersama menantu Trump, Jared Kushner, dengan kepala perunding Ukraina, Rustem Umerov, di Miami. Pertemuan tersebut fokus pada koordinasi langkah-langkah diplomatik menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Inisiatif perdamaian ini muncul di tengah pergeseran perhatian internasional yang mulai terbagi dengan meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dan Iran. Meski demikian, situasi di lapangan masih dipantau ketat mengingat kedua belah pihak sebelumnya sempat saling tuding melanggar gencatan senjata dua hari yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei.***
Sumber: Anadolu



Tinggalkan Balasan