CEBU — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri KTT Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5/2026), disambut hangat oleh diaspora Indonesia. Para warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Filipina mengapresiasi kerendahan hati dan perhatian besar sang Presiden terhadap warganya yang berada di luar negeri.
Sejumlah diaspora menilai Presiden Prabowo sebagai pemimpin yang sangat humanis karena bersedia meluangkan waktu untuk berbincang langsung di tengah agenda kenegaraan yang padat.
Dini (WNI, 9 tahun di Filipina): Mengaku sangat bangga bisa menyambut Presiden secara langsung. Menurutnya, Prabowo sangat ramah dan aktif menyapa serta menanyakan kabar para diaspora yang hadir. “Kesempatan ini pastinya datang tidak berkali-kali, atau mungkin bisa dibilang sekali dalam seumur hidup saya,” ungkapnya.
Ronald (Dokter): Menyoroti kedekatan emosional Presiden dengan warganya. Sebagai seorang praktisi kesehatan di Filipina, ia berharap kepemimpinan Prabowo dapat memperkuat solidaritas kawasan sesuai tema KTT ASEAN kali ini, Navigating Our Future, Together.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Romo Agus Sudaryanto, seorang pastor yang telah menetap di Cebu selama 15 tahun. Ia mengaku terharu karena biasanya hanya bisa melihat kunjungan luar negeri Presiden melalui video, namun kali ini bisa berinteraksi secara on the spot.
Dalam perbincangan santai tersebut, Presiden Prabowo sempat menanyakan latar belakang Romo Agus:
“Tadi ditanya asal dari mana? Dari Madiun. Oh sudah lama. Sudah bisa bahasa sini? Oh iya iya Bapak,” cerita Romo Agus menirukan percakapan singkatnya dengan Presiden.
Romo Agus menambahkan bahwa sosok Presiden Prabowo kini semakin dikenal luas oleh masyarakat Filipina. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi para diaspora saat harus menjelaskan kondisi Indonesia kepada warga lokal.
“Orang Filipina sering bertanya bagaimana Indonesia, dan kami memiliki Presiden Prabowo Subianto yang begitu luar biasa. Itulah, kesannya senang,” pungkasnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol kehadiran negara bagi para diaspora, tetapi juga memperkuat optimisme terhadap kepemimpinan Indonesia yang semakin diakui di kancah internasional.***



Tinggalkan Balasan