KDM Bakal Tata Desa Pajajar Majalengka seperti Lembur Pakuan Mulai Maret 2027

|

gugah.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan berencana menata Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, dengan konsep menyerupai Lembur Pakuan di Kabupaten Subang. Penataan tersebut dijadwalkan dimulai pada Maret 2027 setelah Lebaran.

Rencana itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Lapangan Bola Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Jumat (6/11/2026) malam.

“Lembur Pajajar, engke taun 2027, mimiti bulan Maret sanggeus Lebaran, kuring rek ditata siga Lembur Pakuan,” kata Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Bantuan Bedah Rumah di Jabar Naik Hampir Delapan Kali Lipat di 2026

Lembur Pakuan merupakan kawasan tempat tinggal Dedi Mulyadi di Desa Sukasari, Kabupaten Subang. Kawasan tersebut dikenal dengan penataan lingkungan yang mengusung nuansa perkampungan Sunda, antara lain melalui jalan lingkungan, pagar bambu, serta ruang terbuka hijau.

Menurut Dedi, penataan Desa Pajajar akan diawali dengan perbaikan infrastruktur dasar, termasuk jalan lingkungan dan jembatan yang masih menggunakan konstruksi bambu. Ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan, terutama kebiasaan membuang sampah dan limbah rumah tangga ke saluran air.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Diuji: Mampukah Biayai 70 Ribu Siswa Swasta atau Sekadar Janji?

Dedi mengajak masyarakat menjaga sungai dan saluran air agar tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah maupun limbah rumah tangga. Menurutnya, penataan fisik kampung perlu diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan mata air. Menurutnya, air memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan harus dijaga kelestariannya.

“Cai kahuripan nu mawa hurip, ieu cai nu kudu dimulyakeun ku urang,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Begal hingga Santuni Keluarga Korban Meninggal

Ia menilai sumber air yang bersih menjadi penopang kehidupan masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Karena itu, penataan Desa Pajajar juga akan difokuskan pada pemulihan kualitas saluran air dan lingkungan.

Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari gagasan Dedi untuk mengembangkan Desa Pajajar sebagai kampung adat sekaligus desa wisata. Sebelumnya, ia juga menyampaikan rencana pembangunan 40 rumah adat, tiga jembatan, serta penataan jalan dan gang di kawasan tersebut.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran